State Capitalism Dinilai Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi Indonesia, Pakar Soroti Peran Negara hingga Tantangan Fiskal
📅 Kamis, 30 Jul 2026, 14:00 WIB | Oleh: Paundra ZakirullohBahkan, Fakhrul menilai negara perlu meningkatkan kapasitas fiskalnya agar mampu menjalankan kebijakan pembangunan yang lebih agresif. Ia menyatakan tidak mempermasalahkan apabila defisit anggaran berada pada kisaran 6 hingga 7 persen terhadap PDB, selama digunakan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang produktif.
Menutup diskusi, Vid Adrison kembali menegaskan bahwa seluruh program pemerintah harus dirancang secara matang karena dibiayai menggunakan uang rakyat. Sementara itu, Hosianna menilai kolaborasi antara negara dan sektor swasta jauh lebih penting dibanding memperdebatkan model ekonomi yang digunakan.
Sebagai penanggap, Direktur Transisi Bersih, Abdurrahman Arum, mengatakan tantangan utama penerapan state capitalism adalah keterbatasan kapasitas fiskal negara. Menurutnya, peningkatan penerimaan pajak, terutama dari kelompok berpenghasilan sangat tinggi, serta pengelolaan sumber daya alam yang lebih optimal menjadi solusi untuk memperbesar ruang fiskal pemerintah.
Sementara itu, Aldila Septiadi melihat kondisi geopolitik global justru membuka peluang baru bagi Indonesia, salah satunya di industri tekstil dan fesyen yang disebut mengalami kenaikan ekspor hingga 12 persen sepanjang tahun ini. Ia menilai state capitalism harus dipahami sebagai bagian dari ekosistem ekonomi yang lebih luas, di mana negara memiliki peran penting dalam menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!