Manuver Investasi FIFA Buka Babak Baru Perebutan Kekuasaan dengan Eropa
📅 Kamis, 30 Jul 2026, 00:05 WIB | Oleh: Benny Mudesta PutraPiala Dunia kini telah berkembang menjadi turnamen 48 negara, dari sebelumnya 32 peserta.
Bahkan pekan lalu, Infantino mengatakan gagasan untuk menggelar Piala Dunia dengan 64 tim terbuka untuk dibahas. Wacana tersebut muncul setelah konfederasi sepak bola Amerika Selatan, CONMEBOL, mendorong ekspansi untuk edisi 2030 yang bertepatan dengan satu abad penyelenggaraan Piala Dunia.
Namun, gagasan tersebut langsung mendapat kritik tajam dari Presiden LaLiga, Javier Tebas. Dalam wawancara dengan surat kabar Italia La Gazzetta dello Sport, Tebas menilai FIFA justru sedang “menghancurkan” sepak bola.
Upaya Infantino untuk mengomersialkan aset FIFA sebenarnya bukan hal baru.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pada 2018, FIFA pernah memiliki rencana untuk memperluas Piala Dunia Antarklub dengan dukungan investasi eksternal dari konsorsium yang dipimpin SoftBank. Namun, proyek tersebut gagal terealisasi setelah mendapat penolakan keras dari UEFA.
Kini, Infantino kembali mencoba membuka pintu bagi modal eksternal.
Seperti yang dilakukan Havelange dan penerusnya, Sepp Blatter, Infantino kemungkinan besar akan mengandalkan dukungan mayoritas dari 211 asosiasi anggota FIFA, bukan semata-mata dukungan Eropa, untuk menjalankan agenda investasi swastanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Bagi negara-negara di kawasan Global Selatan, tawaran tersebut memiliki daya tarik tersendiri.
“Jika Anda berasal dari negara Global Selatan, yang kompetisi sepak bolanya tidak mendapatkan aliran uang seperti yang diterima kompetisi Eropa, ini mungkin sangat menarik,” kata Eric Windholz, profesor madya di Fakultas Hukum Monash University, kepada Reuters.
Pandangan tersebut menjelaskan mengapa pertarungan antara FIFA dan UEFA tidak sesederhana persoalan bisnis.
Di satu sisi, negara-negara sepak bola besar Eropa memiliki industri kompetisi yang sangat kaya, basis komersial kuat, klub-klub bernilai tinggi, serta hak siar yang menghasilkan miliaran dolar.
Di sisi lain, sebagian besar asosiasi anggota FIFA berasal dari negara yang tidak memiliki sumber pendapatan sebanding. Bagi mereka, tambahan pendanaan dari FIFA dapat menjadi faktor penting untuk mengembangkan infrastruktur, kompetisi domestik, pembinaan pemain, dan program sepak bola nasional.
Konfederasi Sepak Bola Amerika Utara, Tengah dan Karibia (CONCACAF) menyatakan kecewa karena proses yang ditempuh FIFA dinilai tidak melibatkan pemangku kepentingan secara memadai.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!