Gubernur BI Baru Harus Jaga Stabilitas Ekonomi
📅 Kamis, 30 Jul 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi"Meski demikian, kami melihat risiko ke depan meningkat, terutama terkait persepsi independensi BI yang berpotensi bergeser ke arah pro-growth. Hal ini dapat memicu volatilitas pada aset domestik," katanya.
Rully mencatat kehati-hatian investor mulai terlihat dari pelemahan rupiah yang sempat menembus 18.000 rupiah per dollar AS serta kenaikan imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun ke sekitar 7,35 persen. ers/YK/and
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!