Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Baterai Berbasis Kayu, Harapan Baru Energi Bersih

3 Rabu, 29 Jul 2026, 07:28 WIB | Oleh:

Karakteristik tersebut membuat karbon berbasis biomassa, termasuk lignin, banyak diteliti untuk aplikasi baterai litium-ion maupun natrium-ion (sodium-ion). Stora Enso sendiri mengembangkan Lignode sebagai material hard carbon berbasis lignin yang ditujukan sebagai material anoda pada baterai litium-ion dan natrium-ion. Pada 2024, perusahaan tersebut menjalin kerja sama dengan Altris untuk mengembangkan penggunaan Lignode dalam sel baterai natrium-ion.

Mengapa Hard Carbon Menarik untuk Baterai?

Salah satu alasan material hard carbon menarik perhatian adalah struktur internalnya. Berbeda dengan grafit yang memiliki struktur berlapis dan sangat teratur, hard carbon memiliki struktur yang lebih tidak teratur atau amorf. Struktur ini menyediakan ruang dan situs penyimpanan ion yang berbeda dibandingkan grafit.

Dalam konteks baterai, struktur tersebut berpotensi memberikan keuntungan tertentu, terutama dalam hal kemampuan material menerima dan melepaskan ion pada tingkat arus yang lebih tinggi (fast charging). Stora Enso mengklaim struktur hard carbon berbasis lignin pada Lignode dapat mendukung proses pengisian dan pengosongan yang lebih cepat dibandingkan grafit tradisional, serta memiliki performa yang lebih baik pada suhu rendah. Perusahaan juga menyebut material tersebut dapat digunakan untuk berbagai aplikasi, mulai dari kendaraan listrik dan elektronik konsumen hingga sistem penyimpanan energi berskala besar.

Namun, klaim tentang kemampuan pengisian cepat perlu ditempatkan dalam konteks yang lebih luas. Kecepatan pengisian sebuah baterai tidak hanya ditentukan oleh material anoda. Kinerja keseluruhan dipengaruhi oleh desain sel, material katoda, elektrolit, separator, kolektor arus, sistem manajemen baterai (Battery Management System/BMS), suhu, kondisi pengoperasian, serta batas keamanan baterai.

Karena itu, penggunaan hard carbon berbasis lignin tidak otomatis membuat seluruh baterai dapat diisi penuh dalam hitungan menit. Keunggulan pengisian cepat merupakan salah satu potensi material yang perlu diuji dalam konfigurasi sel baterai yang lengkap dan pada kondisi penggunaan nyata.

Potensi Karbon

Pengembangan material karbon dari biomassa juga terus berlangsung di lingkungan akademik. Salah satu penelitian terbaru yang diterbitkan di RSC Advances pada 2026 mengembangkan material anoda berbasis biomassa pohon birch. Penelitian tersebut menghasilkan karbon dengan struktur mikro-mesopori hierarkis, kerangka karbon yang sebagian besar amorf, serta situs aktif yang mendukung penyimpanan litium dan transportasi ion.

Material tersebut dibuat melalui aktivasi menggunakan asam fosfat yang kemudian dilanjutkan dengan proses pirolisis pada suhu 1.000 derajat Celsius. Dalam pengujian laboratorium, material karbon berbasis biomassa birch tersebut menunjukkan kapasitas reversibel 915 mAh per gram setelah 1.000 siklus pada laju 1C.

Pada pengujian 2,5C, material mempertahankan kapasitas 412 mAh per gram setelah 2.000 siklus, sedangkan pada 5C masih mempertahankan 235 mAh per gram setelah 5.000 siklus. Peneliti juga melaporkan efisiensi Coulomb mendekati 100 persen pada kondisi pengujian tersebut.

Hasil ini memang menarik, tetapi perlu dipahami bahwa penelitian tersebut menggunakan karbon yang berasal dari biomassa pohon birch secara umum, dan bukan secara khusus menggunakan Lignode atau lignin murni.

Artinya, hasil penelitian tersebut lebih tepat dilihat sebagai bukti bahwa biomassa kayu memiliki potensi besar untuk dikonversi menjadi material karbon berperforma tinggi, bukan sebagai bukti langsung bahwa semua material baterai berbasis lignin akan memiliki performa yang persis sama. Perbedaan bahan baku, metode aktivasi, suhu pirolisis, struktur pori, desain elektroda, hingga konfigurasi sel dapat menghasilkan performa elektrokimia yang bervariasi. hay

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Ekspor Indonesia ke China Tembus US$54,17 Miliar! Komoditas Apa yang Paling Diburu?

Ekspor Indonesia ke China Tembus US$54,17 Miliar! Komoditas Apa yang Paling Diburu?

03 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.