Baterai Berbasis Kayu, Harapan Baru Energi Bersih
📅 Rabu, 29 Jul 2026, 07:28 WIB | Oleh: Haryo BronoPARA peneliti dan industri material sedang mengeksplorasi kemampuan lignin untuk diubah menjadi material karbon keras (hard carbon) yang dapat digunakan sebagai bahan anoda baterai. Pendekatan ini membuka peluang untuk memanfaatkan sumber daya biomassa terbarukan sekaligus meningkatkan nilai guna produk sampingan industri pulp dan kertas.
Salah satu perusahaan yang mengembangkan teknologi tersebut adalah Stora Enso melalui material bernama Lignode. Perusahaan tersebut mengembangkan Lignode sebagai material hard carbon berbasis lignin yang ditujukan menjadi alternatif berbasis hayati bagi material anoda yang selama ini banyak menggunakan grafit alami maupun sintetis.
"Lignode® dari Stora Enso adalah karbon keras yang terbuat dari lignin – produk sampingan yang sudah ada dalam produksi pulp," tulis Stora Enso dalam penjelasan teknologinya. Perusahaan tersebut juga menyebut lignin sebagai salah satu sumber karbon terbarukan terbesar di alam.
Konsep ini kemudian melahirkan istilah populer "baterai dari kayu" (batteries from trees). Namun, istilah tersebut perlu dipahami secara tepat. Baterainya bukan terbuat dari kayu secara utuh. Kayu digunakan sebagai sumber bahan baku untuk menghasilkan lignin, sementara lignin selanjutnya diproses menjadi material karbon yang digunakan pada salah satu bagian penting sel baterai, terutama anoda.
Dengan kata lain, yang dilakukan bukan memasukkan potongan kayu ke dalam baterai, melainkan mengubah struktur kimia dari salah satu komponen utama kayu menjadi material elektroda berteknologi tinggi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Komponen yang Membuat Kayu Kokoh
Untuk memahami mengapa kayu dapat dikaitkan dengan teknologi baterai, terlebih dahulu kita perlu melihat peran lignin dalam tumbuhan. Lignin merupakan polimer alami kompleks yang terdapat pada dinding sel tanaman. Bersama selulosa dan hemiselulosa, lignin membantu membentuk struktur jaringan kayu. Lignin berperan sebagai semacam pengikat yang memberikan kekakuan dan kekuatan pada struktur tanaman serta membantu meningkatkan ketahanan material kayu.
Stora Enso menyebut lignin menyusun sekitar 20–30 persen dari sebuah pohon. Dalam proses industri pulp, lignin dipisahkan dari serat selulosa. Selama ini, sebagian lignin hasil proses tersebut dimanfaatkan untuk menghasilkan energi atau digunakan dalam berbagai produk turunan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Namun, perkembangan teknologi biomaterial mendorong pemanfaatan lignin secara lebih jauh. Salah satu jalurnya adalah mengubah lignin menjadi material karbon yang memiliki karakteristik tertentu untuk aplikasi energi.
Di sinilah konsep ekonomi sirkular mulai berperan. Alih-alih melihat lignin hanya sebagai produk sampingan proses industri pulp, material tersebut dapat diolah kembali menjadi bahan bernilai tambah untuk industri baterai.
Stora Enso menyatakan bahwa Lignode dibuat dari lignin yang sudah tersedia sebagai produk sampingan produksi pulp. Perusahaan juga menilai pendekatan ini dapat mengubah aliran sampingan industri—yang sebelumnya banyak dibakar sebagai sumber energi—menjadi material dengan nilai tambah yang jauh lebih tinggi.
Dari Lignin Menjadi Hard Carbon
Perubahan lignin menjadi material baterai membutuhkan proses teknologi yang tidak sederhana. Lignin terlebih dahulu diproses untuk menghasilkan material karbon dengan karakteristik yang sesuai. Salah satu produk akhirnya adalah hard carbon, yakni bentuk karbon amorf (non-grafitik) yang memiliki struktur atom tidak tersusun serapi grafit.
Struktur inilah yang menjadi salah satu faktor penting dalam kinerja material tersebut sebagai anoda. Dalam baterai isi ulang, anoda merupakan salah satu elektroda tempat berlangsungnya penyimpanan dan pelepasan ion selama siklus pengisian dan penggunaan energi. Pada baterai litium-ion (lithium-ion), misalnya, ion litium bergerak antara katoda dan anoda melalui elektrolit ketika baterai mengalami proses pengisian dan pengosongan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!