Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

RI Didorong Perkuat Insentif IKM Hijau

📅 Senin, 27 Jul 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
RI Didorong Perkuat Insentif IKM Hijau Doc: antara
Ket. Bhima Yudhistira Direktur Eksekutif Celios - Pendekatannya tidak bisa hanya berupa regulasi atau kampanye, tetapi harus diikuti insentif yang tepat sasaran.

Pemerintah perlu memberikan insentif agar pelaku usaha beralih ke teknologi dan produksi ramah lingkungan.

Jakarta – Pemerintah didorong memperkuat insentif bagi industri kecil dan menengah (IKM) hijau guna mempercepat transformasi menuju praktik usaha yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. Dukungan tersebut dinilai perlu diwujudkan melalui pembiayaan berbunga rendah, bantuan sertifikasi hijau, insentif perpajakan, hingga perluasan akses pasar agar pelaku IKM memiliki dorongan nyata untuk meningkatkan daya saing sekaligus memenuhi standar keberlanjutan di pasar domestik maupun global.

Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengatakan percepatan transformasi industri hijau tidak cukup hanya mengandalkan regulasi maupun kampanye. Menurutnya, pemerintah perlu menghadirkan berbagai insentif yang mampu mendorong pelaku usaha berinvestasi pada teknologi ramah lingkungan dan mengadopsi praktik produksi yang lebih berkelanjutan.

"Karena itu, pendekatannya tidak bisa hanya berupa regulasi atau kampanye, tetapi harus diikuti insentif yang tepat sasaran," kata Bhima, sebagaimana diberitakan Antara di Jakarta, Minggu (26/7).

Ia menilai IKM memiliki posisi strategis dalam mempercepat transformasi industri hijau karena sektor tersebut menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar sekaligus berpotensi masuk ke rantai pasok global, terutama pada industri makanan dan minuman serta komponen otomotif rendah karbon.

"IKM jadi kunci percepatan transformasi industri hijau yang padat karya. Potensinya besar untuk pasar ekspor terutama di rantai pasok makanan minuman sampai komponen otomotif yang rendah karbon," ujarnya.

Selain dukungan pembiayaan, Bhima menilai peningkatan kapasitas sumber daya manusia juga menjadi faktor penting. Menurut dia, banyak pelaku IKM masih membutuhkan pendampingan dalam menghitung efisiensi energi, mengelola limbah, menerapkan ekonomi sirkular, hingga memanfaatkan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI) untuk mengoptimalkan penggunaan energi serta bahan baku.

Bhima juga mendorong pemerintah memperluas akses pasar bagi produk IKM hijau, salah satunya melalui kebijakan pengadaan barang dan jasa pemerintah yang memberikan prioritas kepada produk ramah lingkungan. Selain itu, perusahaan besar didorong melibatkan IKM hijau dalam rantai pasok industrinya.

Aspek Keberlanjutan

Sejalan dengan hal tersebut, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mempercepat transformasi IKM melalui Program Pemberdayaan IKM Hijau. Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin Reni Yanita mengatakan aspek keberlanjutan kini menjadi faktor utama dalam menentukan daya saing industri.

"Transformasi menuju industri hijau bukan lagi sekadar pilihan, melainkan menjadi kebutuhan strategis bagi pelaku IKM Indonesia," ujar Reni.

Menurutnya, penerapan praktik usaha yang efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan tidak hanya memberikan manfaat bagi lingkungan, tetapi juga meningkatkan efisiensi usaha, memperluas akses pasar, membuka peluang pembiayaan berkelanjutan, serta memperkuat daya saing IKM di tingkat nasional maupun global.

Di sisi pembiayaan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membuka peluang menerapkan target penyaluran kredit hijau bagi perbankan. Kepala Departemen Surveillance dan Kebijakan Sektor Jasa Keuangan Terintegrasi OJK Agus Firmansyah mengatakan selama ini penyaluran kredit hijau masih bersifat sukarela, namun ke depan tidak menutup kemungkinan akan ditetapkan target bagi setiap bank.

"Bukannya tidak mungkin kita juga akan memberikan target kepada bank misalnya, berapa persen seharusnya kredit hijaunya kalau sekarang baru semacam voluntary aja, tapi ke depannya bukan tidak mungkin kita akan mulai meminta bank juga menetapkan targetnya berapa yang hijau," ujar Agus.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Eri Cahyadi Tegaskan Tak Ad...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.