Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Di Balik Citra Seram Lapas Nusakambangan, Tersimpan Kisah Pembinaan yang Jarang Terungkap.

📅 Senin, 27 Jul 2026, 10:01 WIB | Oleh:

Di era sekarang, ada Ammar Zoni, mantan pemeran, model dan presenter yang dijebloskan ke Nusakambangan setelah empat kali berurusan dengan pihak berwajib karena kasus narkoba. Pada kasus keempat kalinya, dia mengendalikan pemesanan narkotika dari dalam lapas.

Nasib serupa tapi tak sama juga dialami Rahmat Hidayat (32) dan Adrian (29) asal Semarang. Adiran sudah menjalani pidana penjara sembilan tahun, lima tahunnya dihabiskan di Nusakambangan.

Keduanya tidak lagi menempati penjara dengan pengamanan super maksimum. Mereka dinilai sudah menunjukkan prilaku yang berisiko rendah, sehingga sudah bisa ditempatkan di lapas kategori minimum atau Lapas Terbuka.

Baik Adrian maupun Rahmat Hidayat kini mulai mengikuti program asimilasi atau persiapan untuk kembali ke masyarakat melalui kegiatan pembinaan keterampilan dan kemandirian di bidang ketahanan pangan.

Keduanya memilih beraktivitas di tambak udang vanamee. Tugasnya mengelola tambak, memberikan makan udang, membersihkan gulma, dan merawat udang agar produksinya tetap baik, lalu memanen.

Mereka tidak lagi menempati sel, mereka kini tinggal di mes atau lapas terbuka dan lebih banyak berinteraksi di luar ruangan. Mereka tak lagi merasakan "kengerian" penjagaan di Nusakambangan.

Setelah mengikuti program asimilasi di tambak udang, Adrian dan Rahmat Hidayat mengaku bersyukur telah dipindahkan ke Nusakambangan, selain mendapatkan keahlian baru, dia juga mendapatkan upah dari kerja di tambak per hari Rp25 ribu.

Uang yang diberikan sebagian di simpan untuk bekal saat bebas, dan beberapa ada yang sudah dipakai untuk membeli peralatan mandi atau mengirimkan uang kepada orang rumah.

Selain tambak udang, di Lapas Nusakambangan juga ada pembinaan peternakan ayam. Adrian pernah dua minggu di peternakan ayam, namun merasa lebih enjoy di tambak udang.

"Kalau di peternakan ayam kan setelah kegiatan kembali lagi ke sel. Kalau di tambak, kami tinggal di mes, jadi suasananya enggak kayak di penjara gitu. Lebih fresh," ujar Adrian.

Pulau Penjara Nusakambangan telah bertransformasi dari ruang penahanan yang sangat kuat menjadi ruangan produksi yang berorientasi pada pemberdayaan warga binaan.

Melalui program ketahanan pangan dan balai latihan kerja Nusakambangan, warga binaan diberdayakan dan dilatih keterampilan. Banyak tempat latihan di sana, seperti peternakan kambing, perkebunan anggur, budidaya anggrek, peternakan ayam petelur, peternakan ayam, peternakan sapi, konveksi, tambak sidat, holtikultura, pembuatan pupuk, pertanian.

Mahasiswa Program Doktor Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya Andi E. Sutrisno dalam artikelnya yang diterbitkan ANTARA, Senin (22/6), menyebut Nusakambangan kini dapat dibaca sebagai laboratorium transformasi pemasyarakatan, sebuah model yang menunjukkan bahwa keamanan, pembinaan, produktivitas, dan pemberdayaan dapat berjalan dalam satu ekosistem kebijakan yang saling menguatkan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Nasional
Jejak Hatta-Sjahrir Dihidup...
Advertisement
Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa

Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.