Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemkab Bangkalan Bersama Universitas Trunojoyo Kembangkan Tanaman Melon dengan Teknologi Irigasi Tetes

📅 Minggu, 26 Jul 2026, 11:04 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemkab Bangkalan Bersama Universitas Trunojoyo Kembangkan Tanaman Melon dengan Teknologi Irigasi Tetes Doc: ANTARA
Ket. Kegiatan panen raya melon dengan teknologi irigasi tetes di Kampus UTM Bangkalan, Jawa Timur.

BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan, Jawa Timur, bekerja sama dengan Universitas Trunojoyo Madura (UTM) mengembangkan tanaman melon dengan teknologi irigasi tetes, sebagai upaya untuk menguatkan ketahanan pangan dan meningkatkan perekonomian petani di wilayah itu.

Bupati Bangkalan Lukman Hakim di Bangkalan, Minggu(26/7), mengatakan Pemkab Bangkalan tertarik untuk bekerja sama dengan kampus negeri di Bangkalan itu, setelah UTM menunjukkan hasil dari tanaman yang dikembangkan pihak kampus.

"Setelah kami lihat secara langsung, metode ini memungkinkan distribusi air dan nutrisi berlangsung lebih tepat sasaran sehingga penggunaan air menjadi lebih efisien, produktivitas tanaman meningkat, serta biaya operasional dapat ditekan dibandingkan pola budidaya konvensional," katanya.

Karena itu, sambung bupati, Pemkab Bangkalan melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian langsung bekerja sama untuk pengembangan jenis pertanian tersebut.

UTM akan memberikan bimbingan dan pembinaan tentang teknik budidaya agar petani bisa menanam jenis tanaman tersebut sesuai dengan keinginan.

Budi daya melon yang dikembangkan UTM Bangkalan itu memanfaatkan sistem tanam menggunakan polibag yang dipadukan dengan teknologi irigasi tetes.

Metode ini memungkinkan distribusi air dan nutrisi berlangsung lebih tepat sasaran, sehingga penggunaan air menjadi lebih efisien, produktivitas tanaman meningkat, serta biaya operasional dapat ditekan dibandingkan pola budidaya konvensional.

Selain itu, sistem budi daya, yang diterapkan mampu meningkatkan kepadatan tanaman, sehingga hasil panen lebih optimal dalam satu siklus produksi.

Peralatan budi daya juga dapat digunakan hingga empat sampai lima tahun dengan frekuensi tanam mencapai tiga hingga empat kali setiap tahun.

Efisiensi tersebut menjadikan model budi daya ini memiliki prospek ekonomi yang layak untuk diterapkan dan dikembangkan secara lebih luas.

Tidak hanya berorientasi pada produksi, kebun melon agroekoteknologi UTM juga menjadi laboratorium pembelajaran bagi mahasiswa sekaligus sarana pengembangan unit usaha kampus.

Ke depan, model budi daya ini diharapkan mampu mendukung berbagai program strategis pemerintah, termasuk penguatan ketahanan pangan, penyediaan pangan bergizi, serta pengembangan agribisnis berbasis inovasi yang berkelanjutan.

Sebelumnya, Rektor UTM Bangkalan Prof Safi’ mengatakan tanaman melon dengan teknologi iritasi tetes tersebut menjadi bukti bahwa riset perguruan tinggi mampu menghadirkan inovasi yang bernilai ekonomi sekaligus memberikan kontribusi terhadap ketahanan pangan nasional.

"Melalui ilmu pengetahuan dan teknologi, kita dapat menghasilkan sistem budi daya yang lebih efisien dan berkualitas. Inilah makna Kampus Berdampak, ketika hasil riset tidak berhenti pada publikasi, tetapi dapat dihilirisasikan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

PTPN I Percepat Transisi Energi Berbasis Bioenergi

38 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Ekonomi
PTPN I Percepat Transisi En...

Timnas Kamboja Andalkan Kedisiplinan

50 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Timnas Kamboja Andalkan Ked...
Nasional
Menpar Bidik Kartu Hijau Ge...
  • Kementan Bantu Bibit Kelapa untuk Petani Barito Kuala, Produktivitas Perkebunan Ditingkatkan.
    Preview komentar:
    Bantuan pemerintah yang patut diapresiasi karena sangat membantu ...
    Saatnya salah satu komoditi perkebunan andalan indonesia tembus ...
  • Penutupan Perlintasan Liar Kereta di Kediri
    Preview komentar:
    Wah, berarti kalau sehari hari kan lewat perlintasan ...
  • Piala Dunia 2026: Kapten Timnas Spanyol Rodri Dinobatkan sebagai Pemain Terbaik
    Preview komentar:
Tugas Berat Fajar/Fikri di Final China Open, Mempertahankan Dua Prestasi

Tugas Berat Fajar/Fikri di Final China Open, Mempertahankan Dua Prestasi

26 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.