Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Industri Mulai Beralih ke PLTS, Transisi Energi Bersih Didorong dari Kawasan Industri

📅 Jumat, 24 Jul 2026, 16:56 WIB | Oleh:
Industri Mulai Beralih ke PLTS, Transisi Energi Bersih Didorong dari Kawasan Industri Doc: Modena Energy
Ket. Penggunaan solar panel Monde Energy di kawasan industri PT MNK. Pemanfaatan PLTS Atap di sektor industri terus berkembang untuk meningkatkan efisiensi energi, menekan biaya operasional, dan mendukung pengurangan emisi karbon.

JAKARTA– Pemanfaatan energi surya di sektor industri terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan perusahaan untuk menekan biaya operasional, meningkatkan efisiensi energi, serta mengurangi emisi karbon. Salah satu langkah tersebut dilakukan melalui pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap di kawasan industri PT Multi Nitrotama Kimia (MNK), anak perusahaan PT Ancora Indonesi Resources Tbk (OKAS), di Cikampek, Jawa Barat.

Instalasi PLTS Atap tersebut diresmikan oleh Modena Energy bersama PT Multi Nitrotama Kimia. Sistem yang dipasang memiliki kapasitas 307,5 kWp dan diproyeksikan menghasilkan sekitar 400.000 kWh energi listrik per tahun. Penggunaan energi surya tersebut juga diperkirakan dapat berkontribusi terhadap pengurangan emisi karbon hingga 360.000 kilogram CO₂ per tahun.

Head of Modena Energy, Agiya Fersya, mengatakan kolaborasi dengan PT Multi Nitrotama Kimia menjadi bagian dari upaya mendorong pemanfaatan energi surya di sektor industri sekaligus mempercepat transisi menuju energi bersih di Indonesia.

“Kolaborasi bersama PT Multi Nitrotama Kimia menjadi langkah strategis kami mendukung pemanfaatan energi surya di sektor industri dan percepatan transisi energi bersih di Indonesia. Semakin banyak pelaku industri mulai beralih ke PLTS karena tidak hanya memperkuat komitmen keberlanjutan, tetapi juga memberikan efisiensi biaya operasional dalam jangka panjang serta mendukung pasokan energi yang lebih stabil. Melalui solusi PLTS yang komprehensif, Modena Energy siap mendukung kebutuhan tersebut,” ujar Agiya melaluk keterangannya pada hari Kamis (23/7).

PLTS Atap Terintegrasi dengan Jaringan PLN

PLTS Atap yang diterapkan di fasilitas PT Multi Nitrotama Kimia menggunakan skema on-grid yang terintegrasi dengan jaringan listrik PLN. Melalui skema tersebut, kebutuhan listrik pada siang hari dapat dipasok dari energi yang dihasilkan panel surya, sementara jaringan PLN tetap menjadi sumber pasokan ketika dibutuhkan.

Skema ini dinilai relevan bagi sektor industri yang membutuhkan pasokan listrik secara berkelanjutan. Pemanfaatan energi surya dapat membantu meningkatkan efisiensi penggunaan energi tanpa menghilangkan akses terhadap jaringan listrik utama.

General Manager Manufacture PT Multi Nitrotama Kimia, Susilo Yuwono, mengatakan pemasangan PLTS Atap tersebut menjadi langkah awal Ancora dalam memperluas pemanfaatan energi terbarukan di lingkungan bisnisnya.

“Pemasangan PLTS Atap di PT Multi Nitrotama Kimia merupakan langkah awal Ancora dalam memperluas pemanfaatan energi terbarukan di seluruh lini bisnis kami. Selain mendukung transisi energi nasional dan program pemerintah menuju target Net Zero Emission, proyek ini memberikan manfaat nyata melalui peningkatan efisiensi penggunaan energi dan pengurangan biaya listrik operasional,” kata Susilo.

Ia menambahkan, inisiatif tersebut diharapkan dapat menjadi fondasi bagi penerapan solusi energi bersih di unit usaha Ancora lainnya. Upaya tersebut juga diarahkan untuk memperkuat daya saing perusahaan sekaligus memberikan kontribusi terhadap pelestarian lingkungan dan pembangunan industri berkelanjutan.

Sektor Industri Jadi Penggerak Pertumbuhan PLTS Atap

Potensi penggunaan energi surya di sektor industri diperkirakan masih akan berkembang dalam beberapa tahun mendatang. Selain mendukung upaya pemerintah meningkatkan kontribusi energi terbarukan dalam bauran energi nasional, pemanfaatan PLTS menjadi salah satu strategi perusahaan untuk meningkatkan efisiensi, mengendalikan biaya operasional, serta memenuhi target dekarbonisasi.

Tren tersebut tercermin dalam laporan Indonesia Solar Energy Outlook (ISEO) 2025. Laporan tersebut mencatat sektor industri menjadi penyumbang penambahan kapasitas PLTS Atap terbesar sepanjang 2024.

Hingga akhir Juli 2024, sekitar 104 MWp kapasitas PLTS Atap baru tercatat telah terpasang di sektor industri. Pertumbuhan tersebut didorong oleh meningkatnya kebutuhan perusahaan untuk mengoptimalkan penggunaan energi sekaligus memenuhi target keberlanjutan dan pengurangan emisi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
kj cup 26

Ekonomi
PTPN I  Jadi Pusat Riset B...
Daftar Event Jakarta Akhir Pekan 25-26 Juli 2026: Pameran Seni Hingga Konser

Daftar Event Jakarta Akhir Pekan 25-26 Juli 2026: Pameran Seni Hingga Konser

24 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.