Perfilman Berpeluang Jadi Mesin Pertumbuhan Baru RI
📅 Kamis, 23 Jul 2026, 00:00 WIB | Oleh: Tim RedaksiPenggerak Baru
Industri film Indonesia menunjukkan pertumbuhan pesat, ditandai meningkatnya produksi film lokal dari 68 judul pada 2020 menjadi 270 judul pada 2025 atau hampir separuh total film layar lebar. Mengutip data olahan BI, 270 judul film ini memberi efek berantai ekonomi. Dengan belanja langsung sekitar 2,16-4,05 triliun rupiah, diperkirakan menghasilkan total output ekonomi sekitar 2,98-5,59 triliun rupiah.
Pertumbuhan ini juga memberikan efek berganda bagi perekonomian, dengan setiap 1 rupiah belanja produksi berpotensi menghasilkan sekitar 1,38 rupiah output ekonomi melalui penciptaan nilai tambah, penyerapan tenaga kerja, dan penguatan ekosistem industri kreatif.
Jadi, benar yang dipaparkan Iwan Setiawan di awal: industri film adalah jalan baru ekonomi nasional. Tidak hanya mencegah bonus demografi menjadi beban, tetapi juga mempromosikan citra wisata Indonesia di kancah global. Ibaratnya, melalui industri film negara memperoleh banyak manfaat. Sekali mendayung, dua-tiga pulau terlampaui.
Sebaiknya Anda baca juga:
Jakarta Economic Forum (JEF 2026) menjadi salah satu forum untuk menggali ide dan inovasi dalam memperkuat kebijakan ekonomi kreatif. Industri film sebagai jalan baru merupakan sebuah gagasan logis. Kini pertanyaannya: kapan dan dari mana kita memulainya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!