Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dampak Kemarau, 2.585 Keluarga di Enam Desa Sekitar Karawang Krisis Air Bersih

📅 Senin, 20 Jul 2026, 14:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dampak Kemarau, 2.585 Keluarga di Enam Desa Sekitar Karawang Krisis Air Bersih Doc: ANTARA
Ket. Pendistribusian air bersih kepada warga terdampak kemarau di Karawang.

KARAWANG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karawang, Jawa Barat menyebutkan sebanyak 2.585 keluarga yang terdiri atas 7.704 jiwa di enam desa sekitar Karawang, terdampak krisis air bersih pada musim kemarau tahun ini.

"Sejak beberapa bulan terakhir hingga saat ini, kami terus menyalurkan bantuan air bersih ke daerah kekeringan," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Karawang Ferry Muharram saat dihubungi di Karawang, Senin, (20/7).

Ia mengatakan, hingga saat ini sebanyak 7.704 jiwa atau 2.585 kepala keluarga (KK) di enam desa yang tersebar di tiga kecamatan di Karawang terdampak krisis air bersih akibat musim kemarau.

Berdasarkan data pembaruan per Senin pagi (20/7), total kebutuhan air bersih yang telah didistribusikan mencapai 152.000 liter untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.

Enam desa yang mengalami krisis air bersih meliputi Desa Mulangsari di Kecamatan Pangkalan, Desa Kutalanggeng dan Desa Cintalanggeng di Kecamatan Tegalwaru, serta Desa Mulyasejati, Desa Kutanegara, dan Desa Parungmulya di Kecamatan Ciampel.

Secara keseluruhan, wilayah terdampak kemarau pada tahun ini tersebar di tiga kecamatan dengan total 2.585 kepala keluarga atau 7.704 jiwa yang membutuhkan pasokan air bersih.

Jumlah warga dan wilayah terdampak kemarau di Karawang itu meluas jika dibandingkan dengan tiga hari lalu.

Sebelumnya, atau sekitar tiga hari lalu BPBD Karawang mencatat 5.494 warga atau 1.836 KK terdampak kekeringan, tersebar di empat desa. Di antaranya Desa Kutalanggeng, Kecamatan Tegalwaru. Kemudian di Desa Kutanegara, Desa Mulyasejati dan Desa Parungmulya, Kecamatan Ciampel.

Feri menyampaikan, pemerintah daerah bersama instansi terkait terus melakukan distribusi air bersih ke wilayah-wilayah terdampak guna memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau berlangsung.

Masyarakat diimbau menggunakan air secara bijak serta segera melaporkan kepada pemerintah desa maupun instansi terkait apabila mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Sehingga penyaluran bantuan dapat dilakukan secara cepat dan tepat sasaran.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Meski Melambat, Industri Tetap Ekspansi! Kemenperin: Ini 2 Sektor Paling Moncer
    Meskipun data Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Agustus 2026 ...
  • Kawasan Industri Tak Lagi Kompetitif, Investor Mulai Melirik Vietnam
    Meskipun banyak pabrik di Indonesia kini mulai beralih ...
  • Mesin Produksi Kembali Panas! BI Sebut Industri Pengolahan Tumbuh di Awal 2026
    Sebagai seseorang yang rutin mengikuti perkembangan sektor pengolahan, ...
  • Badan Pusat Statistik: Harga Beras Premium dan Medium Kompak Naik pada Agustus
    Informasi yang sangat komprehensif terkait laporan BPS bulan ...
  • Warga Asing Asal Aljazair Ini Bikin Geger, Lakukan Ritual Berendam di Danau Sunter
    Dia sedang melakukan ritual/ibadah sesuai kepercayaannya, knp kalian ...

Transaksi video commerce meningkat

17 menit yang lalu | Wahyu AP

Ekonomi
Transaksi video commerce me...
Megapolitan
Pegadaian Salurkan 1.000 Pa...
MARITIM

Tiongkok Mulai Kuasai Rute Maritim Arktik

25 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Tiongkok Mulai Kuasai Rute ...

Pengaspalan jalan pertanian di Kendari

27 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pengaspalan jalan pertanian...
Luar Negeri
Intelijen Spanyol Pastikan ...
Luar Negeri
Warga Jepang Dukung Pembata...
Nasional
Penutupan Muktamar Nahdlatu...
Advertisement
Indonesia-Singapura Umumkan Penggunaan Mata Uang Lokal untuk Transaksi Bilateral

Indonesia-Singapura Umumkan Penggunaan Mata Uang Lokal untuk Transaksi Bilateral

01 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.