Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sasar Pemulihan Ekonomi, Lebanon Berunding dengan AS

📅 Minggu, 19 Jul 2026, 19:42 WIB | Oleh:
Sasar Pemulihan Ekonomi, Lebanon Berunding dengan AS Doc: AFP/GETTY IMAGES
Ket. Joseph Aoun

BEIRUT - Presiden Lebanon Joseph Aoun dijadwalkan bertemu Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Washington, D.C., pada Selasa (21/7) untuk membahas hubungan bilateral, perkembangan situasi keamanan dan ekonomi Lebanon.

Seorang pejabat senior Lebanon mengatakan kepada Anadolu pada Sabtu bahwa pembicaraan kedua pemimpin akan berfokus pada perundingan langsung antara Lebanon dan Israel, serta pelaksanaan perjanjian kerangka yang dimediasi Amerika Serikat, terutama upaya memperkuat pelaksanaan gencatan senjata.

Pernyataan itu disampaikan beberapa jam setelah Kantor Kepresidenan Lebanon mengumumkan bahwa Aoun telah meninggalkan Beirut menuju Washington, D.C., pada Sabtu (18/7) untuk melakukan kunjungan resmi ke Amerika Serikat atas undangan Presiden Trump.

Menurut pejabat tersebut, Amerika Serikat sebagai mediator memiliki kemampuan untuk memberi tekanan kepada Israel guna mendorong pelaksanaan perjanjian sesuai kerangka yang telah disepakati.

Dukungan terhadap Angkatan Bersenjata Lebanon juga akan menjadi salah satu agenda utama, terutama di wilayah percontohan yang tercantum dalam kesepakatan dengan Israel.

Selain itu, kedua pihak diperkirakan membahas sejumlah langkah untuk mendukung pemulihan ekonomi Lebanon yang masih menghadapi tantangan berkepanjangan.

Pembahasan juga akan mencakup masa depan United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) yang masa mandatnya berakhir tahun ini sementara proses penarikan bertahap pasukan itu dijadwalkan akan dimulai pada 2027, kata sumber tersebut.

Pejabat itu menegaskan bahwa Lebanon menyambut kehadiran setiap pasukan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang dapat membantu mendukung penempatan tantara Lebanon di wilayah selatan sekaligus memperkuat stabilitas kawasan.

Kunjungan Aoun berlangsung setelah putaran keenam perundingan Lebanon-Israel yang dimediasi Amerika Serikat berakhir di Roma pada Rabu (15/7).

Beirut dan Tel Aviv telah menandatangani perjanjian kerangka yang dimediasi Amerika Serikat pada 26 Juni 2026.

Kesepakatan itu mengatur penarikan bertahap pasukan Israel dari seluruh wilayah Lebanon yang diduduki, dimulai melalui model percontohan di dua zona yang identitasnya belum dipublikasikan.

Perjanjian itu tidak menetapkan tenggat waktu penarikan pasukan Israel. Penyelesaian proses tersebut dikaitkan dengan kesiapan Angkatan Bersenjata Lebanon mengambil alih tanggung jawab penuh atas keamanan di wilayah yang telah dikosongkan serta pelucutan senjata kelompok-kelompok bersenjata, yang merujuk pada kelompok Hizbullah di Lebanon.

Menurut data resmi pemerintah Lebanon, serangan Israel di wilayah Lebanon sejak 2 Maret telah menewaskan lebih dari 4.300 orang dan melukai sekitar 12.200 lainnya. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
kai-expo-detail-sidebar
Ekonomi
BRI Bukukan Laba Rp31,2 Tri...
Daerah
Status Gunung Sinabung Naik...
Advertisement
jjroyal-luwak
Advertisement
Stasiun Karet Tak Lagi Layani Penumpang Mulai 1 September

Stasiun Karet Tak Lagi Layani Penumpang Mulai 1 September

01 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.