Kopi Sumatera Utara Membidik Pasar Luar Negeri
📅 Minggu, 19 Jul 2026, 12:46 WIB | Oleh: Aloysius WidiyatmakaBaginya, kopi Simalungun memang belum seterkenal kopi Gayo, Lintong, maupun Sidikalang. Namun, ia meyakini kopi dari wilayah tersebut memiliki kualitas dan karakter tersendiri.
“Ciri khas kopi Simalungun dari jenis arabika adalah tingkat keasamannya yang kuat. Kami menilai prospeknya ke depan semakin baik,” ucapnya.
Seiring meningkatnya minat petani untuk menanam kopi, produksi kopi di wilayah tersebut juga terus berkembang. Saat ini, produk kopi yang dipasarkannya telah mencapai sekitar 200 kilogram per bulan untuk tujuan Malaysia. Ke depan, ia menargetkan perluasan pasar ke China.
Menurutnya, KKSU memiliki peluang besar untuk memperluas pemasaran produk UMKM, dari tingkat lokal hingga mancanegara.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kegiatan tersebut tidak hanya menampilkan produk, tetapi juga memberikan pelatihan dan edukasi, pendampingan dalam pengemasan, serta mempertemukan pelaku usaha dengan calon pembeli.
Memperluas jaringan
Di antara pelaku UMKM yang mulai merambah pasar luar negeri, masih terdapat pula pelaku usaha yang tengah berupaya membuka peluang baru. Salah satunya adalah Novita, petani kopi arabika asal Simalungun.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia berharap keikutsertaannya dalam KKSU dapat memperluas jaringan pemasaran produknya, baik di dalam negeri maupun mancanegara.
Harapan itu muncul seiring dengan perubahan pola konsumsi masyarakat. Kopi kini bukan sekadar minuman, melainkan telah menjadi bagian dari gaya hidup, terutama di kawasan perkotaan.
"Walaupun kopi Simalungun belum terkenal, kami yakin bisa berkembang, apalagi memiliki ciri khas tingkat keasaman yang cukup pekat," tuturnya.Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara Ameriza M. Moesa mengatakan, KKSU 2026 menjadi momentum untuk memperkuat ekosistem UMKM Sumatera Utara agar semakin tangguh, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta mampu memperluas akses pasar hingga tingkat nasional dan internasional.
Pengembangan UMKM menjadi salah satu prioritas Bank Indonesia dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif, berkelanjutan, dan berkualitas.
KKSU tidak sekadar menjadi pameran yang diikuti sekitar 300 UMKM, tetapi juga menjadi platform kolaborasi yang mempertemukan pelaku usaha, investor, akademisi, komunitas, hingga pembeli dalam satu ekosistem yang saling menguatkan.
Kegiatan yang berlangsung pada 15–26 Juli 2026 itu menghadirkan berbagai agenda, di antaranya pameran produk unggulan, business matching, showcase produk ekspor, talkshow, serta edukasi dan promosi UMKM.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!