Tragedi Antiklimaks Prancis Jadi Momentum Emas Kebangkitan Spanyol
📅 Rabu, 15 Jul 2026, 18:57 WIB | Oleh: OpikKecuali ketika menghadapi Tanjung Verde dalam pertandingan pertamanya dalam Piala Dunia edisi ini, Spanyol selalu bisa mengonversi dominasinya dalam penguasaan bola dengan gol dan kemenangan.
Walau Prancis relatif bisa mengimbangi dalam penguasaan bola ketika untuk pertama kalinya Spanyol menguasai bola di bawah 55 persen, La Roja tetap menjadi tim teraktif dalam menciptakan peluang selama Piala Dunia ini.
Imbuhan 10 peluang yang dua di antaranya berbuah gol dari laga semifinal melawan Prancis membuat La Roja sudah menciptakan total 120 peluang, atau rata-rata 17 peluang per pertandingan.
Itu angka tertinggi, terutama dibandingkan dengan tiga semifinalis lainnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Lebih istimewa lagi, Spanyol mencatat statistik mengesankan ini setelah mengungguli tim-tim kelas atas, mulai Uruguay, Portugal, Belgia, sampai runner up Piala Dunia 2022, Prancis.
Ini penegasan untuk superioritas Spanyol, tapi sebaliknya antiklimaks untuk Prancis yang selalu menang dalam enam laga sebelumnya, dengan memasukkan 16 gol dan kemasukan dua gol.
Namun, dalam semifinal, mereka menemui lawan yang menyiapkan perisai yang lebih tebal di pertahanannya, dan sekaligus lebih tajam kala melancarkan serangan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Akibatnya, untuk pertama kali Prancis tak bisa mencetak gol, dan sebaliknya kebobolan dua gol, yang juga pertama mereka alami selama Piala Dunia ini.
Prancis sungguh melakukan pemborosan potensi dan talenta skuad mereka, yang malah runtuh sebelum mencapai final, karena tekanan Spanyol ternyata lebih superior sehingga sulit dihentikan.
Deschamps sendiri mengakui timnya bermain dalam gaya yang tidak biasa.
Memang, sepak bola efisien Les Bleus telah hilang karena masuk perangkap Spanyol dengan memainkan permainan yang lebih ofensif, yang justru menjadi bidang yang lebih dikuasai Spanyol dan sekaligus membuat Prancis terbuka dari serangan Spanyol.
Spanyol sendiri memperbanyak catatan clean sheet mereka menjadi enam kali, setelah tiga kali mereka lakukan selama fase grup. Mereka hanya kebobolan sekali pada perempatfinal melawan Belgia.
Bak akordeon
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!