Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tiga Pembalap Alami Gegar Otak, Protokol Medis Tour de France Kembali Dipertanyakan

📅 Rabu, 15 Jul 2026, 00:02 WIB | Oleh:

"Protokol di pinggir jalan jauh lebih singkat. Pemeriksaan dilakukan dalam situasi yang sangat sibuk sehingga jauh lebih sulit memberikan penilaian yang akurat."

Menurutnya, pembalap yang baru saja terjatuh hampir selalu ingin segera kembali mengendarai sepedanya agar tidak kehilangan waktu.

"Pemeriksaan gegar otak yang benar membutuhkan waktu 10 hingga 15 menit dengan berbagai tes. Hal seperti itu tidak mungkin dilakukan di sisi jalan ketika balapan sedang berlangsung."

Pendapat serupa disampaikan Kepala Dokter Tour de France, Florence Pommerie, yang telah menangani perlombaan sejak 2010.

Ia menegaskan bahwa gegar otak merupakan cedera yang sulit dikenali hanya melalui pengamatan singkat. "Cedera ini tidak bisa dilihat secara langsung. Tidak ada satu tanda yang benar-benar menentukan, melainkan kombinasi berbagai gejala."

Pommerie juga mengungkapkan bahwa ia tidak melihat ketiga pembalap tersebut kembali menjalani pemeriksaan di mobil medis setelah insiden masing-masing.

Bigard menjelaskan bahwa gejala gegar otak memang dapat berkembang secara bertahap.

"Sebagian gejala muncul seketika lalu menghilang beberapa jam kemudian, sementara gejala lain justru baru muncul setelah beberapa waktu."

Karena itulah, hasil pemeriksaan singkat di tengah balapan dapat berbeda dengan diagnosis medis yang dilakukan setelah etape selesai.

Meski demikian, seluruh pihak yang terlibat sepakat bahwa dunia balap sepeda kini jauh lebih serius menangani persoalan gegar otak dibanding beberapa tahun lalu.

Wakil Presiden serikat pembalap internasional CPA, Pascal Chanteur, mengatakan kesadaran mengenai risiko cedera kepala terus meningkat.

"Kini semua pihak benar-benar menyadari pentingnya masalah ini."

Namun, tantangan terbesar tetap berasal dari karakter balap sepeda itu sendiri. Dalam perlombaan yang berlangsung selama tiga pekan, kehilangan beberapa detik saja dapat menentukan posisi di klasemen umum, sehingga hampir semua pembalap berusaha secepat mungkin kembali ke atas sepeda setelah terjatuh.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
Luar Negeri
Nigeria Laporkan Kasus Ebol...
Megapolitan
Pemprov Dorong Segala Proye...
Megapolitan
Epicentrum Events Gairahkan...
Advertisement
Hasil Akhir Persija vs Arema FC: Macan Kemayoran Sikat Singo Edan 5-1, Rebut Puncak Klasemen Super League

Hasil Akhir Persija vs Arema FC: Macan Kemayoran Sikat Singo Edan 5-1, Rebut Puncak Klasemen Super League

21 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.