Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Memprioritaskan Layanan KB pada Masyarakat Desil 1-4

📅 Rabu, 15 Jul 2026, 23:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Memprioritaskan Layanan KB pada Masyarakat Desil 1-4 Doc: Antara
Ket. Mendukbangga/Kepala BKKBN Wihaji dalam Rapat Kerja bersama Komisi IX DPR RI terkait Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat APBN tahun anggaran 2025 di Jakarta pada Rabu (15/7/2026).

Jakarta - Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN memprioritaskan layanan keluarga berencana (KB) pada masyarakat desil satu hingga empat untuk memenuhi kebutuhan ber-KB yang tidak terpenuhi atau unmet need.

"Kita prioritaskan untuk desil 1 sampai 4 terkait penanganannya. Sebab, mereka butuh perhatian khusus," ujar Mendukbangga Wihaji di Jakarta, Rabu.

Dalam Rapat Kerja bersama Komisi IX DPR RI terkait Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat APBN tahun anggaran 2025, Wihaji juga menyampaikan capaian peserta aktif Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) yang mengalami peningkatan sebagai bagian dari penguatan layanan keluarga berencana yang berkualitas dan berkelanjutan.

Untuk mendukung percepatan penurunan stunting, Wihaji juga menekankan pentingnya membangun ekosistem kolaboratif lintas sektor melalui sinergi antara Tim Pendamping Keluarga (TPK), posyandu, puskesmas, hingga pemerintah desa dan kelurahan di seluruh Indonesia, yang menjadi kunci agar pendampingan kepada keluarga dapat dilakukan secara menyeluruh dan berkesinambungan.

Kinerja pembangunan keluarga dan kependudukan terus menunjukkan tren yang positif. Berdasarkan Pendataan Keluarga tahun 2025, sejumlah indikator strategis Kemendukbangga/BKKBN berhasil tercapai, mulai dari Total Fertility Rate (TFR), Indeks Pembangunan Berwawasan Kependudukan (IPBK), Indeks Pembangunan Kualitas Keluarga (IPKK), Indeks Pembangunan Keluarga (iBangga), hingga Indeks Kepedulian terhadap Isu Kependudukan (IKIK).

Capaian tersebut mencerminkan semakin kuatnya upaya pemerintah dalam mewujudkan keluarga berkualitas sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

Dari sisi tata kelola, Kemendukbangga/BKKBN juga mencatat kinerja anggaran yang sangat baik. Realisasi anggaran tahun 2025 mencapai 98,71 persen, dengan laporan keuangan yang disusun sesuai Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP). Konsistensi tersebut kembali mendapat pengakuan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) melalui opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

"Kemendukbangga/BKKBN mendapatkan WTP dari BPK delapan kali berturut-turut dari tahun 2017 hingga 2024," tuturnya.

Dalam rapat tersebut, berbagai program prioritas Kemendukbangga/BKKBN turut menjadi fokus pembahasan, mulai dari penguatan pembangunan keluarga, percepatan penurunan stunting, pengendalian penduduk, hingga optimalisasi berbagai upaya yang mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Luar Negeri
Perjanjian Keamanan Arktika...
Advertisement
Kemdiktisaintek Mulai Hitung Biaya Pendidikan Gratis hingga PTN

Kemdiktisaintek Mulai Hitung Biaya Pendidikan Gratis hingga PTN

23 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.