Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Angka Kelahiran Sri Lanka Turun Drastis ke Level Paling Rendah

📅 Rabu, 15 Jul 2026, 03:12 WIB | Oleh:
Angka Kelahiran Sri Lanka Turun Drastis ke Level Paling Rendah Doc: AFP/JEWEL SAMAD/GETTY IMAGES

KOLOMBO - Sri Lanka mencatat penurunan jumlah kelahiran hidup hampir 120.000 jiwa pada 2025 dibanding yang tercatat pada 2015, menurut data yang dirilis oleh Kementerian Urusan Perempuan dan Anak Sri Lanka.

Menteri Urusan Perempuan dan Anak Sri Lanka Saroja Savithri Paulraj pada Senin (13/7) mengatakan pemerintah akan memberikan dukungan dan insentif untuk mendorong angka kelahiran anak seiring negara itu menghadapi penurunan angka kelahiran yang terus berlanjut.

Data resmi menunjukkan bahwa angka kelahiran hidup mengalami penurunan tajam setelah 2019. Sri Lanka mencatat 319.010 kelahiran hidup pada 2019, yang diikuti dengan 301.706 jiwa pada 2020, 284.848 jiwa pada 2021, dan 275.321 jiwa pada 2022.

Angka itu terus merosot menjadi 247.900 jiwa pada 2023, 220.761 jiwa pada 2024, dan 214.570 jiwa pada 2025, yang menunjukkan penurunan sekitar 33 persen selama periode 2019 hingga 2025.

Pihak otoritas mengaitkan penurunan tersebut dengan keputusan menunda pernikahan, penurunan angka pernikahan, lonjakan biaya hidup, migrasi kaum muda, pekerjaan di luar negeri yang memisahkan pasangan suami istri, serta meningkatnya preferensi untuk memiliki keluarga yang lebih kecil.

Meningkatnya partisipasi perempuan dalam pendidikan dan ketenagakerjaan, perubahan pandangan terhadap perencanaan keluarga, penggunaan alat kontrasepsi, serta isu-isu terkait kesuburan juga turut berkontribusi terhadap penurunan tersebut.

Para pejabat menyatakan Sri Lanka membutuhkan antara 330.000 hingga 360.000 kelahiran hidup setiap tahunnya untuk menjaga stabilitas populasi jangka panjang. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Asosiasi Ojek Online: Aturan Bagi Hasil 92:8 Persen Beri Dampak Nyata Pengemudi Ojol
    Preview komentar:
    Bener bang,,, potongan 8% itu hanya omon omon ...
    Betul tuh bang banyak bacot,,Lebel aja 8% hasil ...
  • Ketahanan Pangan Diperkuat Rp195,3 Triliun, Mampukah Harga Pangan Ikut Stabil?
    Preview komentar:
    Meskipun fokus RAPBN 2027 ini sangat kuat pada ...
  • Tenun Dinilai Menekraf Harus Ditampilkan Agar Nilai Ekonominya Berkembang
    Preview komentar:
    Langkah strategis Kementerian Ekraf dalam mensertifikasi desain tenun ...
Advertisement
injourney
Advertisement
bni-atasdetailmobile
Advertisement
astra2
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Tanda-tanda Menunjukkan Perlambatan Ekonomi Tiongkok akan Berlanjut

Tanda-tanda Menunjukkan Perlambatan Ekonomi Tiongkok akan Berlanjut

18 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.