Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Opsi untuk Kelompokkan Kembali Sekolah yang Sepi Peminat

📅 Selasa, 14 Jul 2026, 22:47 WIB | Oleh: Tim Penulis
Opsi untuk Kelompokkan Kembali Sekolah yang Sepi Peminat Doc: Antara
Ket. Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta saat diwawancara tanggapan Pemprov Bali soal sekolah dasar sepi peminat di Denpasar, Selasa (14/7/2026)

Denpasar, - Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta membuka opsi regrouping atau mengelompokkan kembali sekolah-sekolah yang mendapat sedikit siswa pada tahun ajaran 2026/2027.

“Evaluasi yang kami lakukan ke depan kaitannya dengan kemungkinan besar kita akan melaksanakan salah satunya regrouping,” ucapnya usai sidang paripurna DPRD Bali di Denpasar, Selasa.

Giri menyampaikan ini merespons sejumlah sekolah dasar di kabupaten yang kekurangan siswa, beberapa di Kabupaten Karangasem dan Jembrana bahkan hanya mendapat 1-2 siswa di tahun ajaran ini.

Menurut wagub, kondisi ini terjadi karena banyak faktor, salah satunya di desa tersebut kemungkinan sudah terdapat beberapa sekolah dasar, di mana jumlah angkatan sekolah hanya cukup memenuhi satu sekolah, sehingga seluruh anak sudah terakomodasi.

Belum lagi terdapat sejumlah sekolah dengan keterisian tak menentu seperti di kelas 1 SD mereka memiliki siswa, di kelas 2 tidak, di kelas 3 ada, sehingga fungsi satuan pendidikan kurang optimal.

Jika dipetakan dan dilakukan regrouping, ia meyakini fungsi sekolah yang sepi peminat akan menjadi lebih optimal, sementara pemerintah dapat fokus memperkuat sekolah yang padat peminat.

Disinggung soal status guru-guru di sekolah sepi peminat, Pemprov Bali memastikan tidak akan ada guru tercecer, sebab tenaga pendidik di Bali sendiri masih kurang.

Apabila terdapat sekolah yang harus digabung dan menjadi kelebihan tenaga pendidik, maka ASN tersebut akan ditempatkan di institusi lain yang tak jauh.

Sebaiknya Anda baca juga:

“Guru adalah PNS, itu bisa untuk ditempatkan di mana saja, kita harus juga memberikan tambahan insentif karena guru itu harus mendapatkan tunjangan yang layak dengan tempat-tempat yang terpencil seperti itu, jadi sudah pasti tertampung misalkan contoh ketika ada di Karangasem, sebaran Karangasem kan banyak,” tutur Giri Prasta.

Atas opsi tersebut, Ketua Komisi IV DPRD Bali I Nyoman Suwirta mengatakan bukan tidak bisa dilakukan pengelompokkan kembali, namun harus benar-benar dipetakan oleh kabupaten/kota.

“Regrouping itu kalau sekolah kosong disatukan kemudian ada sekolah yang merger tapi jangan, jangan buru-burulah ya,” ucapnya.

Mantan Bupati Klungkung itu melihat sejatinya setiap satuan pendidikan memiliki potensi baik sekolah dasar, SMP, SMA/SMK seperti pengalamannya terdapat sekolah di Nusa Penida yang hampir disatukan namun seketika pariwisata melejit membuat daerah tersebut kebanjiran penduduk termasuk anak-anak.

“Kemarin sempat ujug-ujug kita mau melakukan regrouping, tapi ternyata ada beberapa sekolah yang kita tahan untuk tidak melakukan regrouping nyatanya sekarang dapat murid, tapi di satu sisi memang ada sekolah yang memang harus segera di-regrouping,” kata Suwirta.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Enam Tantangan Besar Atasi ...
Daerah
Pekerja Sektor Pariwisata d...

Berdayakan Warga Kurang Mampu, Taman Borobudur Bangun RTLH

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Berdayakan Warga Kurang Mam...
Daerah
Jalan Cikadu Cianjur Diperb...

Alwi Obati Kekecewaan atas Kekalahan Jojo

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Alwi Obati Kekecewaan atas ...
Nasional
OJK-Komdigi Bersinergi Putu...
Daerah
Gunung Semeru Kembali Erups...
Menkeu Tegaskan Pemerintah Tak Naikan Tarif Pajak

Menkeu Tegaskan Pemerintah Tak Naikan Tarif Pajak

14 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.