Konferensi ABTC 2026 Perkuat Kolaborasi Industri Baterai di Asia Tenggara
📅 Selasa, 14 Jul 2026, 20:08 WIB | Oleh: Haryo BronoJAKARTA– Malaysia akan menjadi tuan rumah ASEAN Battery Technology Conference (ABTC) 2026, forum regional yang mempertemukan pemerintah, pelaku industri, investor, dan peneliti untuk memperkuat rantai nilai industri baterai di Asia Tenggara. Konferensi tersebut dijadwalkan berlangsung pada 19–21 Agustus 2026 di Mövenpick Hotel & Convention Centre KLIA, Sepang.
Diselenggarakan oleh NanoMalaysia Berhad (NMB), ABTC edisi keempat mengusung tema Industrialising Battery Technologies: Strengthening ASEAN's Battery Value Chain for Global Competitiveness. Forum ini digelar di tengah meningkatnya kebutuhan baterai untuk kendaraan listrik, sistem penyimpanan energi, dan berbagai teknologi berbasis energi bersih.
Penyelenggara menilai perkembangan tersebut membuka peluang bagi negara-negara ASEAN untuk memperkuat posisi kawasan dalam rantai pasok industri baterai global.
Setelah sebelumnya digelar di Bali, Singapura, dan Phuket, ABTC berkembang menjadi wadah kolaborasi regional untuk menyelaraskan kebijakan, berbagi pengetahuan, serta membangun kemitraan di sektor baterai.
Pada penyelenggaraan tahun ini, pembahasan akan difokuskan pada peningkatan kapasitas manufaktur baterai, penguatan standar keselamatan, kesiapan investasi, integrasi rantai pasok, serta perluasan penerapan teknologi baterai untuk sektor transportasi dan penyimpanan energi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Chief Executive Officer NMB Group, Prof. (Adj.) Dr. Rezal Khairi Ahmad, mengatakan kawasan ASEAN memiliki potensi besar dalam pengembangan industri baterai, namun diperlukan kolaborasi yang lebih erat agar potensi tersebut dapat diwujudkan menjadi kekuatan industri.
"Merupakan suatu kehormatan bagi kami untuk menjadi tuan rumah ABTC 2026 pada momentum penting dalam perjalanan industri baterai ASEAN. Kawasan ini memiliki potensi besar dalam bidang riset, manufaktur, kendaraan listrik, penyimpanan energi, dan ekonomi sirkular. Namun, mengubah potensi tersebut menjadi kemampuan industri membutuhkan kolaborasi yang lebih erat antara pemerintah, pelaku industri, peneliti, dan investor," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (14/7).
Menurut Rezal, ABTC 2026 diharapkan menjadi wadah bagi para pemangku kepentingan regional maupun internasional untuk memperkuat daya saing industri baterai ASEAN dalam jangka panjang.
Sebaiknya Anda baca juga:
Bahas Manufaktur hingga Keselamatan Baterai
Selama tiga hari penyelenggaraan, konferensi akan menghadirkan diskusi tingkat tinggi, sesi teknis, dan forum bisnis yang dibagi dalam tiga tema utama, yakni Battery Co-Creation & Safety for Competitive Deployment in ASEAN, Battery Manufacturing Deep Dive, serta Driving Application Integration and Market Enablement in ASEAN's Battery.
Sejumlah topik yang akan dibahas meliputi perkembangan industri baterai ASEAN, standar keselamatan, kebijakan industri, peningkatan kapasitas manufaktur, daur ulang dan ekonomi sirkular, hingga inovasi teknologi baterai.
Konferensi juga akan menghadirkan sejumlah pakar internasional, di antaranya Profesor Ying Shirley Meng dari University of Chicago dan Argonne National Laboratory serta Profesor Khalil Amine, Argonne Distinguished Fellow sekaligus Direktur Advanced Lithium Battery Technology Programme.
Selain itu, para pemimpin industri dari organisasi seperti SEDA, MARii, Pertamina, A*STAR, dan Electric Vehicle Association of the Philippines (EVAP) dijadwalkan berbagi pandangan mengenai tantangan dan peluang pengembangan industri baterai di kawasan.
Chief Executive Officer International Battery Centre (IBC), Ts. Dr. Nurul Akmaliah Dzulkurnain, menilai ABTC telah menjadi platform penting bagi negara-negara ASEAN untuk membangun kolaborasi di sektor baterai.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!