Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkot Cimahi Jemput Bola Tekan Angka Putus Sekolah, 776 Anak Terdampak

📅 Selasa, 05 Mei 2026, 16:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemkot Cimahi Jemput Bola Tekan Angka Putus Sekolah, 776 Anak Terdampak Doc: Antara
Ket. Sejumlah siswa salah satu sekolah tingkat dasar di Bandung Raya, Jawa Barat saat melakukan pembelajaran aktif berkelompok.

Cimahi - Pemerintah Kota Cimahi, Jawa Barat menggencarkan pendekatan jemput bola sebagai bagian dari upaya menekan angka putus sekolah yang terjadi di wilayah tersebut.

Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, mengatakan bahwa agenda aktif turun ke lapangan untuk menelusuri akar permasalahan anak yang tidak melanjutkan pendidikan dalam rangka peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Pemerintah Kota Cimahi memprioritaskan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Jadi, kami tidak lagi menunggu laporan masuk, tim khusus turun langsung ke lapangan untuk jaring anak-anak,” ujarnya di Cimahi, Selasa (5/5).

Ia menjelaskan bahwa langkah tersebut dilakukan bersama Dinas Pendidikan Kota Cimahi dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) untuk memastikan anak-anak tetap mendapatkan akses pendidikan.

“Bersama Dinas Pendidikan Kota Cimahi dan PKBM kami aktif menelusuri akar permasalahan anak putus sekolah dan mendorong mereka melanjutkan pendidikan melalui program kesetaraan Paket A hingga Paket C,” katanya.

Data Pemerintah Kota Cimahi sebelumnya mencatat sebanyak 776 anak putus sekolah hingga akhir 2025.

Dari jumlah tersebut, sekitar 525 anak telah kembali mengakses pendidikan melalui program kesetaraan, sementara sekitar 200 anak lainnya masih belum melanjutkan sekolah.

Menurut dia, faktor ekonomi tidak boleh menjadi penghalang bagi anak untuk bersekolah, sehingga pemerintah turut menyiapkan dukungan bagi masyarakat kurang mampu.

“Tidak boleh ada anak yang putus sekolah hanya karena tidak mampu, Pemerintah Kota Cimahi akan membantu masyarakat yang kurang mampu,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, dia juga menyebut pihaknya terus memperkuat kualitas pendidikan formal dengan salah satunya memperketat pengawasan menjelang pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) guna mencegah kecurangan.

“Menjelang pelaksanaan SPMB, kami memastikan tidak ada praktik titip-menitip. Seluruh mekanisme harus berjalan sesuai aturan, berbasis wilayah, dan menjunjung prinsip keadilan,” ungkapnya.

Ngatiyana menambahkan, pihaknya tidak akan mentoleransi segala bentuk kecurangan dalam proses penerimaan siswa.

“Tidak ada titipan-titipan. Semua diperlakukan sama. Jika ada yang mencoba menitipkan, akan diproses dan diberikan sanksi tegas,” tutupnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Megapolitan
Warga Bekasi Akan Dihibur B...
Luar Negeri
Serangan Houthi Meningkat, ...

Kesialan Persebaya atau Dewi Fortuna bagi PSM?

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Kesialan Persebaya atau Dew...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.