Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menbud Sebut Seni Ukir Jepara Pencapaian Artistik Budaya Indonesia

📅 Minggu, 12 Jul 2026, 15:27 WIB | Oleh:
Menbud Sebut Seni Ukir Jepara Pencapaian Artistik Budaya Indonesia Doc: RRI/ Agnes Claudia
Ket. Menteri Kebudayaan Fadli Zon

JAKARTA - Peluncuran buku TATAH: Suluk, Sulur, dan Jepara, memperkuat upaya mengangkat Jepara sebagai pusat seni ukir dunia. Buku tersebut menjadi bagian dari rangkaian pameran TATAH di Museum Nasional Indonesia.

Peluncuran dan bedah buku berlangsung di Ruang Teater Museum Nasional Indonesia, Jumat (10/7) lalu. Kegiatan itu diharapkan memperluas literasi mengenai sejarah dan masa depan seni ukir Jepara.

"Seni ukir Jepara bukan hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga pencapaian artistik budaya Indonesia. Karya para pengukir Jepara telah dikenal luas hingga berbagai negara," kata Menteri Kebudayaan Fadli Zon, dalam Launching dan Bedah Buku Rekonstruksi Jepara melalui Seni Ukir di Teater Museum Nasional Indonesia, Jakarta, Jumat.

Menurut dia, buku tersebut menjadi ikhtiar memperkuat literasi sejarah seni ukir Jepara. Ia mengatakan, rekonstruksi sejarah penting untuk menjaga keberlanjutan tradisi ukir di masa depan.

"Buku ini menjadi ikhtiar intelektual merekam perjalanan sejarah seni ukir Jepara. Buku ini juga memperkuat pelestarian, pengembangan, dan pemanfaatan seni ukir," ujar Fadli.

Ia menilai berkurangnya minat generasi muda menjadi tantangan besar bagi keberlangsungan tradisi ukir. Pemerintah pun mendorong pelatihan, lokakarya, dan pembelajaran bersama para maestro ukir.

Sementara itu, Bupati Jepara, Witiarso Utomo, mengatakan peluncuran buku menjadi momentum memperkenalkan sejarah ukir kepada generasi muda. Menurut dia, pemahaman sejarah penting untuk menjaga identitas budaya Jepara.

"Kami berharap anak muda semakin memahami sejarah seni ukir Jepara melalui buku ini. Tradisi ini harus terus hidup dan berkembang mengikuti zaman," kata Witiarso.

Witiarso mengatakan, pameran TATAH telah dikunjungi lebih dari 53 ribu pengunjung. Antusiasme tersebut menunjukkan tingginya perhatian masyarakat terhadap seni ukir Jepara.

"Tantangan kami adalah mengemas seni ukir agar dekat dengan generasi muda. Jika identitas budaya hilang, jati diri bangsa ikut terancam," ujar Witiarso.

Di sisi lain, Direktur TATAH, Veronica Rompies, mengatakan, buku tersebut bukan akhir dari upaya memahami Jepara. Ia menyebut buku itu menjadi awal lahirnya diskusi, riset, dan kebijakan baru.

"Harapan kami, buku ini menjadi pemantik penelitian dan ruang diskusi baru. Tradisi ukir harus terus hidup, dipelajari, didokumentasikan, dan diwariskan," kata Veronica.

Veronica berharap, pameran TATAH melahirkan kesadaran baru mengenai pentingnya seni ukir Jepara. Menurutnya, seni ukir bukan sekadar komoditas ekonomi, melainkan identitas budaya Indonesia yang mendunia. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.