Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hasil Studi Baru: Bumi Sudah Melampaui Batas Pemanasan Global 1,5°C

📅 Minggu, 02 Mar 2025, 11:27 WIB | Oleh: Tim Penulis
Hasil Studi Baru: Bumi Sudah Melampaui Batas Pemanasan Global 1,5°C Doc: The Conversation/AP
Ket. Suhu rata-rata global pada 2024 mencapai 1,6°C di atas suhu rata-rata pada akhir abad ke-19, sebelum manusia mulai menggunakan bahan bakar fosil dalam skala besar.

Andrew King, The University of Melbourne dan Liam Cassidy, The University of Melbourne

Bumi telah melewati ambang batas pemanasan global 1,5°C, menurut dua studi global terbaru. Situasi ini menunjukkan bahwa iklim planet ini telah memasuki fase baru yang mengkhawatirkan.

Dalam Perjanjian Paris 2015, negara-negara yang tergabung di dalamnya berkomitmen untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan menjaga pemanasan global tidak melebihi 1,5°C di atas rata-rata pra-industri. Namun, nyatanya suhu Bumi tahun lalu telah melewati batas tersebut.

Meski begitu, data satu tahun saja tidak cukup untuk bisa menyatakan bahwa ambang batas Perjanjian Paris telah terlampaui. Sebab, target suhu dalam perjanjian ini diukur berdasarkan tren jangka panjang selama beberapa dekade, bukan sekadar lonjakan sesaat di atas 1,5°C.

Namun, dua studi terbaru menggunakan ukuran yang berbeda untuk memeriksa ambang batas ini. Kedua studi ini menganalisis data iklim historis untuk menentukan apakah tahun-tahun terpanas dalam sejarah baru-baru ini merupakan indikasi bahwa ambang batas pemanasan global jangka panjang di masa depan akan terlampaui.

Sayangnya, jawabannya adalah ya. Para peneliti mengatakan bahwa rekor suhu panas pada 2024 menandakan bahwa Bumi sedang melewati batas 1,5°C. Para ilmuwan memprediksi akan terjadi bencana besar pada sistem alam yang menopang kehidupan di planet ini.

2024: Tahun pertama dari banyak tahun di atas 1,5°C

Organisasi iklim di seluruh dunia sepakat bahwa tahun lalu adalah
tahun terpanas dalam sejarah. Suhu rata-rata global pada 2024 mencapai sekitar 1,6°C di atas suhu rata-rata pada akhir abad ke-19, sebelum manusia mulai membakar bahan bakar fosil dalam skala besar.

Selain itu, Bumi juga baru-baru ini mengalami hari-hari dan bulan-bulan dengan suhu di atas ambang batas 1,5°C.

Namun, suhu global bervariasi dari tahun ke tahun. Lonjakan suhu pada 2024, meskipun sebagian besar disebabkan oleh perubahan iklim, juga diperburuk oleh fenomena El Niño alami di awal tahun. Fenomena ini kini telah mereda, dan pada 2025 diperkirakan akan lebih rendah.

Fluktuasi dari tahun ke tahun ini menandakan bahwa para ilmuwan iklim tidak serta-merta melihat satu tahun yang melebihi batas 1,5°C sebagai kegagalan untuk memenuhi Perjanjian Paris.

Namun, dua studi terbaru yang dipublikasikan di Nature Climate Change menunjukkan bahwa bahkan satu bulan atau satu tahun dengan pemanasan global 1,5°C saja sudah bisa menjadi indikasi bahwa Bumi sedang memasuki ambang batas tersebut.

Temuan studi

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Olahraga
Formula 1: Lewis Hamilton K...
Advertisement
Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.