Jika RI Turun ke “Frontier Market”, Dampak ke Stabilitas Ekonomi Makin Meluas
📅 Jumat, 10 Jul 2026, 01:30 WIB | Oleh: Tim RedaksiBadiul mengingatkan, kondisi pasar modal saat ini juga tercermin dari lemahnya aktivitas penghimpunan modal. Dari target sekitar 50 perusahaan yang direncanakan IPO tahun ini, realisasinya baru dua perusahaan.
“Ini mengindikasikan bahwa tantangan pasar modal Indonesia juga berasal dari faktor domestik, mulai dari kepastian regulasi hingga persepsi risiko investor,” jelasnya.
Jika dalam satu tahun ke depan permasalahan tidak diselesaikan dan Indonesia benar-benar turun ke kategori Frontier Market, dampaknya akan meluas ke stabilitas ekonomi.
Sebagai skenario estimasi, biaya penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) berpotensi meningkat sekitar 20-75 basis poin. Dengan kebutuhan pembiayaan APBN yang mencapai ratusan triliun rupiah setiap tahun, tambahan beban bunga utang dapat berada pada kisaran 3,5-10 triliun rupiah per tahun.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Di sisi lain, potensi arus keluar modal diperkirakan dapat mencapai 2–5 miliar dollar AS, yang berisiko memberi tekanan pada nilai tukar rupiah dan mempersempit ruang kebijakan moneter Bank Indonesia,” tegas Badiul.
Isu Sistemik
Badiul menekankan, persoalan ini tidak dapat dipandang semata sebagai isu internal BEI. Kredibilitas pasar modal merupakan bagian dari fondasi ketahanan fiskal dan stabilitas moneter.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Ketika kepercayaan investor melemah, biaya pembangunan ikut meningkat karena negara harus membayar utang lebih mahal, sementara dunia usaha menghadapi biaya modal yang semakin tinggi,” katanya.
Oleh karena itu, menjaga status Indonesia sebagai emerging market pada akhirnya juga berarti menjaga kredibilitas kebijakan ekonomi nasional.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!