Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Segerakan Pembangunan “Waste To Energy” Guna Cegah Kebakaran TPA

📅 Kamis, 09 Jul 2026, 01:06 WIB | Oleh:
Segerakan Pembangunan “Waste To Energy” Guna Cegah Kebakaran TPA Doc: ANTARA/Fath Putra Mulya
Ket. Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin menjawab pertanyaan pers di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (8/7).

TANGERANG – Sudah saatnya pemerintah mempercepat pembangunan waste to energy (WTE). “Percepatan pengelolaan sampah melalui pembangunan WTE dapat mencegah terulangnya kebakaran di TP Jatiwariangain dan TPA lain,” ungkap Ketua DPD, Sultan Bachtiar Najamudin, Rabu.

Menurutnya, pengelolaan sampah harus diarahkan tidak hanya untuk mengurangi timbunan, tetapi juga menghasilkan energi yang bermanfaat. WTE adalah proses mengubah sampah menjadi energi seperti listrik, panas, atau bahan bakar. Metode ini tidak hanya membantu mengurangi volume sampah yang menumpuk di tempat pembuangan akhir (TPA), tetapi juga menghasilkan sumber daya terbarukan untuk mendukung kebutuhan energi.

“Pengelolaan sampah harusnya memang bukan hanya diolah, tapi justru dibuat agar sampah-sampah yang selama ini mungkin tidak efektif, tidak terurus, bahkan bisa berdampak buruk, diubah menjadi energi,” katanya. Dia mendukung rencana pemerintah memulai proyek percontohan WTE pada tahun ini.

“Saya beberapa kali juga sudah diskusi dengan Danantara terkait dengan WTE. Harusnya tahun ini sudah dimulai, ya. Kalau tidak salah ada lima piloting project besar WTE,” ujarnya. Selain itu DPD tengah menyiapkan revisi Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah serta mengoptimalkan fungsi pengawasan agar kejadian serupa tidak terulang.

“DPD mengawasi agar kebakaran tidak berdampak luas,” katanya. Kebakaran di TPA Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, Banten, terjadi sejak Selasa (30/6). Pemerintah Kabupaten Tangerang menetapkan status tanggap darurat bencana kebakaran selama 14 hari sejak 1 Juli 2026.

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 102 warga mengungsi akibat kepulan asap untuk menghindari dampak paparan asap dari material sampah yang terbakar. Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi Darurat BNPB Brigjen TNI Djohan Darmawan mengatakan proses pemadaman telah mencapai sekitar 50 persen dari total area terdampak seluas 18 hektare hingga Selasa (7/7).

Masih 30%

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Banten, menyebut kondisi kebakaran area Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Mauk pada hari Rabu (8/7), masih tersisa sekitar 30 persen dari total area yang terbakar sekitar 15 hektare. Jadi masih cukup luas yang harus dipadamkan.

“Untuk hari kesembilan masih sekitar 30 persen lagi dari 15 hektare yang terbakar,” kata Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik. Menurutnya, titik api yang tersisa di area kebakaran TPA Jatiwaringin berpaya terus ditekan. Petugas masih berupaya memadamkan sisa titik api dan mengantisipasi kemunculan api baru.

Taufik mengungkapkan, kebakaran di TPA memiliki karakteristik berbeda dengan kebakaran lahan gambut. Sebab timbunan sampah di TPA Jatiwaringin telah menggunung selama bertahun-tahun. Kondisi itulah yang membuat kandungan gas metana muncul. Saat cuaca panas, gas tersebut dapat memicu munculnya api secara tiba-tiba dari dalam timbunan sampah.

Maka, dalam proses pemadamannya, para petugas harus mengurai gunungan sampah tersebut dengan alat berat agar lebih mudah memadamkannya. “Di bagian dalamnya itu mengandung gas metana. Kalau cuaca panas, api bisa muncul sendiri,” tandanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Abu Vulkanik Masih Bisa Menembus Masker N95, Kecuali Diberi Tambahan
    Pantesan negara ga maju2, profesor UI lohhhh , ...
  • BTN Dorong Industri Kopi Indonesia Naik Kelas Lewat Kolaborasi dan Digitalisasi
    Langkah luar biasa dari BTN dalam menginisiasi kolaborasi ...
  • OJK Bubarkan 58 Dana Pensiun, Ada Apa dengan Industri Pensiun RI?
    Meskipun terdapat pembubaran puluhan dana pensiun pemberi kerja, ...
  • Kini Deli Serdang Kembangkan Industri Jamur Menggunakan Elektrifikasi, Bisa Ditiru
    Inisiatif pemanfaatan teknologi elektrifikasi melalui mesin pengaduk media ...
  • Perkuat Daya Saing di Tengah Dinamika Pasar Global, VDNI Pacu Pertumbuhan Berkelanjutan di 2026
    Langkah strategis PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) ...
Daerah
Gempa NTT Masih Terus Berla...
Megapolitan
Senyum, Salam, Sapa, dan Sa...
Nasional
Ada Gerakan Selamatkan Pang...
Advertisement
Dokumenter Elon Musk Bikin Heboh, Sisi Kontroversial Sang Miliarder Dibongkar

Dokumenter Elon Musk Bikin Heboh, Sisi Kontroversial Sang Miliarder Dibongkar

09 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.