Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

WHO Khawatirkan Kecepatan Penyebaran Ebola

📅 Rabu, 20 Mei 2026, 02:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
WHO Khawatirkan Kecepatan Penyebaran Ebola Doc: AFP/FABRICE COFFRINI
Ket. Tedros Adhanom Ghebreyesus

KINSHASA - Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Selasa (19/5) menyuarakan keprihatinannya atas skala dan kecepatan penyebaran wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo (DRC) yang telah menewaskan sekitar 131 orang.

WHO telah menyatakan lonjakan kasus penyakit mematikan yang sangat menular ini sebagai keadaan darurat kesehatan internasional dan mengadakan pertemuan darurat mengenai krisis tersebut pada Selasa.

Tidak ada vaksin atau pengobatan terapeutik yang tersedia untuk strain Bundibugyo dari Ebola yang bertanggung jawab atas wabah terbaru penyakit ini, yang telah menewaskan lebih dari 15.000 orang di Afrika dalam setengah abad terakhir.

Karena wabah baru ini sebagian besar terkonsentrasi di daerah-daerah yang sulit diakses dan dilanda konflik berkepanjangan, hanya sedikit sampel yang telah diuji di laboratorium dan angka-angka tersebut sebagian besar didasarkan pada kasus-kasus yang dicurigai.

"Kami telah mencatat sekitar 131 kematian secara total dan kami memiliki sekitar 513 kasus yang diduga," kata Menteri Kesehatan Kongo, Samuel Roger Kamba, pada Selasa pagi. "Kematian yang kami laporkan adalah semua kematian yang telah kami identifikasi di masyarakat, tanpa harus mengatakan bahwa semuanya terkait dengan Ebola," imbuh dia.

Data sebelumnya dari wabah yang diumumkan akhir pekan lalu di bagian timur negara itu, mencatat total 91 kematian dari 350 kasus yang diduga.

Kepala WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengatakan bahwa keputusan untuk menetapkan tingkat kewaspadaan tertinggi kedua berdasarkan peraturan kesehatan internasional tidak boleh dianggap enteng.

"Saya sangat prihatin dengan skala dan kecepatan epidemi ini," kata dia dalam pertemuan tahunan badan pengambil keputusan badan kesehatan di Jenewa, Swiss, Selasa.

Pusat penyebaran wabah ini berada di timur laut Provinsi Ituri, di perbatasan dengan Uganda dan Sudan Selatan. Sebagai pusat pertambangan emas, daerah ini sering dilalui orang dan telah dilanda bentrokan antara milisi lokal selama bertahun-tahun.

Virus tersebut telah menyebar ke provinsi-provinsi tetangga, serta ke luar perbatasan DRC hingga ke Uganda.

"Sayangnya, peringatan itu lambat menyebar di masyarakat, karena orang-orang mengira itu adalah penyakit mistis, dan akibatnya, orang sakit tidak dibawa ke rumah sakit," kata Kamba.

Pertama kali diidentifikasi pada tahun 1976 dan diyakini berasal dari kelelawar, Ebola adalah penyakit virus mematikan yang menyebar melalui kontak langsung dengan cairan tubuh. Penyakit ini dapat menyebabkan pendarahan hebat dan kegagalan organ.

Wabah Ebola paling mematikan di DRC merenggut hampir 2.300 nyawa dari 3.500 kasus antara tahun 2018 dan 2020. AFP/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Kirab Saparan Gunungan Apem...
Nasional
Perawatan lokomotif tertua ...

Festival buah dan bunga di Karo

3 jam lalu | Wahyu AP

Daerah
Festival buah dan bunga di ...
Nasional
Pemeriksaan kesehatan grati...

Persiapan Sekaten di Solo

3 jam lalu | Wahyu AP

Daerah
Persiapan Sekaten di Solo
Nasional
BMKG sampaikan prospek musi...
Daerah
Aturan konsesi bagi penyand...
  • Ekonom Optimistis Sektor Infrastruktur Telko Tetap Bersinar dalam Lima Tahun Mendatang
    Preview komentar:
    Ini Dia Cara menutup,menonaktifkan kartu kredit BNI? Untuk ...
    Untuk menutup kartu kredit Bank BNI Hubungi BNICall ...
  • Tantangan Sekolah Swasta: Persaingan Semakin Berat
    Preview komentar:
    Lanjudkan tetap setia hadir untuk melayani
  • Begini Kronologi Lengkap Bentrokan Warga di Jalan Tambak Jakarta Pusat yang Menewaskan Satu Orang
    Preview komentar:
    2 kelompok warga, itu warga mana dg warga ...

Event Akhir Pekan di Jakarta 1-2 Agustus: Dari Brightspot hingga JSD Blok M Fest

Event Akhir Pekan di Jakarta 1-2 Agustus: Dari Brightspot hingga JSD Blok M Fest

31 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.