Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Indonesia-UEA Bahas Proyek Pengembangan Pusat Data hingga Waste-to-Energy

📅 Kamis, 15 Jan 2026, 09:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Indonesia-UEA Bahas Proyek Pengembangan Pusat Data hingga Waste-to-Energy Doc: ANTARA
Ket. Duta Besar RI untuk UEA Judha Nugraha menjawab pertanyaan ANTARA di sela-sela Abu Dhabi Sustainability Week di Abu Dhabi, UEA, Rabu (14/1/2026).

ABU DHABI - Indonesia dan Uni Emirat Arab (UEA) tengah menggodok sejumlah proyek strategis yang dinilai dapat memperdalam hubungan ekonomi kedua negara, mulai dari pengembangan pusat data hingga waste-to-energy.

Duta Besar RI untuk UEA Judha Nugraha menyampaikan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan telah mengadakan pertemuan dengan Menteri Energi dan Infrastruktur UEA sekaligus Utusan Khusus UEA untuk Indonesia, Suhail Mohamed Al Mazrouei, di Abu Dhabi, Rabu (14/1), guna membahas berbagai proyek-proyek konkret yang dapat segera dikerjakan bersama.

“Pertemuan itu berfokus pada identifikasi proyek-proyek konkret yang dapat segera didorong bersama, terutama menjelang peringatan 50 tahun hubungan diplomatik Indonesia–UEA tahun ini,” kata Judha kepada ANTARA ditemui usai menghadiri Abu Dhabi Sustainability Week.

Judha menjelaskan beberapa sektor yang menjadi perhatian utama meliputi investasi minyak dan gas, pengembangan proyek waste-to-energy sebagai bagian dari agenda transisi energi Indonesia, serta pengembangan industri pusat data (data center) yang semakin dibutuhkan di era teknologi kecerdasan buatan (AI).

Judha menekankan bahwa kebutuhan pusat data global meningkat pesat, sementara teknologi AI membutuhkan kapasitas data center dan konsumsi energi yang sangat besar.

Oleh karena itu, lanjut dia, Indonesia dan UEA juga membahas bagaimana pengembangan pusat data dapat dikaitkan dengan penggunaan energi terbarukan dan energi bersih, yang menjadi fokus utama UEA.

Selain sektor energi dan teknologi, kedua negara juga membahas peluang kerja sama di bidang logistik, mengingat posisi strategis Indonesia dan UEA sebagai hub kawasan.

Judha menyebut Indonesia berpotensi menjadi pusat distribusi UEA untuk Asia dan Asia Tenggara, sementara UEA dapat menjadi pintu masuk Indonesia ke pasar Timur Tengah dan Afrika.

Judha menegaskan bahwa tujuan utama pembahasan dengan UEA adalah memastikan seluruh komitmen dapat diwujudkan menjadi langkah nyata.

“Yang paling utama adalah bagaimana menjadikan komitmen ini sebagai aksi konkret,” katanya.

Ia menambahkan bahwa kerja sama energi, teknologi, dan logistik akan menjadi pilar penting dalam memperkuat hubungan Indonesia–UEA, sekaligus membuka peluang investasi baru menjelang 50 tahun hubungan diplomatik kedua negara.

Data Kementerian Investasi/BKPM menunjukkan investasi UEA hingga kuartal III 2025 mencapai 88,14 juta dolar AS, meningkat signifikan dibandingkan 2024 yang tercatat 32,73 juta dolar AS.

Investasi UEA di Indonesia mencakup beragam sektor, mulai dari listrik, gas, dan air, mesin dan elektronik, industri kertas, industri kimia dan farmasi, hingga hotel, restoran, hingga pertambangan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Abu Vulkanik Masih Bisa Menembus Masker N95, Kecuali Diberi Tambahan
    Pantesan negara ga maju2, profesor UI lohhhh , ...
  • BTN Dorong Industri Kopi Indonesia Naik Kelas Lewat Kolaborasi dan Digitalisasi
    Langkah luar biasa dari BTN dalam menginisiasi kolaborasi ...
  • OJK Bubarkan 58 Dana Pensiun, Ada Apa dengan Industri Pensiun RI?
    Meskipun terdapat pembubaran puluhan dana pensiun pemberi kerja, ...
  • Kini Deli Serdang Kembangkan Industri Jamur Menggunakan Elektrifikasi, Bisa Ditiru
    Inisiatif pemanfaatan teknologi elektrifikasi melalui mesin pengaduk media ...
  • Perkuat Daya Saing di Tengah Dinamika Pasar Global, VDNI Pacu Pertumbuhan Berkelanjutan di 2026
    Langkah strategis PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) ...

Aldila Belum Mampu Mencapai Semifinal US Open

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Aldila Belum Mampu Mencapai...
Megapolitan
Senyum, Salam, Sapa, dan Sa...
Advertisement
PVMBG: Gunung Anak Krakatau Meletus Lagi

PVMBG: Gunung Anak Krakatau Meletus Lagi

09 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.