Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jangan Buang Kepala Udang! Kelompok Perempuan di Sorong Selatan Sukses Sulap Limbah Jadi Terasi Berkelas

📅 Kamis, 09 Jul 2026, 18:44 WIB | Oleh:
Jangan Buang Kepala Udang! Kelompok Perempuan di Sorong Selatan Sukses Sulap Limbah Jadi Terasi Berkelas Doc: ANTARA/HO
Ket. Proses produksi terasi dari kepala udang.

JAKARTA - Pengolahan kepala udang menjadi terasi membuka peluang ekonomi baru bagi kelompok perempuan di Distrik Inanwatan, Kabupaten Sorong Selatan, Papua Barat Daya, sekaligus meningkatkan nilai tambah hasil perikanan yang selama ini bergantung pada penjualan udang segar.

Melalui pendampingan Yayasan EcoNusa sejak pertengahan 2024, kelompok perempuan di Kampung Isogo dan Kampung Mate mulai memproduksi terasi berbahan kepala udang yang dipasarkan hingga Kota Sorong sebagai upaya memperkuat ekonomi rumah tangga masyarakat pesisir.

Mama Siti Awakaere, warga Kampung Isogo, mengatakan penghasilan dari penjualan terasi membantu memenuhi kebutuhan pendidikan anaknya yang sedang menempuh sekolah di luar kampung.

"Hasil melaut masih kurang, kalau mama tidak bikin ini, adek sekolah dapat uang dari mana," ujar Mama Siti dalam keterangan EcoNusa pada Kamis.

Ia mengaku dapat memperoleh sekitar Rp300 ribu bersama rekannya dari penjualan 15 kilogram terasi di Rumah Timbang Kampung Mate yang didukung EcoNusa. Pendapatan tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga, termasuk mengirim uang kepada anaknya.

Program serupa juga dijalankan di Kampung Mate. Hingga awal 2026, kelompok perempuan di kampung tersebut telah memproduksi lebih dari 50 kilogram terasi yang dipasarkan ke Kota Sorong dan sejumlah perusahaan.

"Sebagian besar dibawa ke Sorong, ada juga yang dijual ke perusahaan," ujar Mama Alfonsina Ginuny.

Potensi pengembangan usaha itu didukung melimpahnya sumber daya udang di kawasan Inanwatan yang memiliki ekosistem mangrove sebagai habitat penting bagi berbagai biota pesisir sekaligus menjadi sumber mata pencaharian masyarakat.

Selain mengajarkan teknik pengolahan hasil perikanan, pendampingan juga mencakup pengelolaan usaha dan keuangan kelompok agar kegiatan produksi dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Pemanfaatan limbah kepala udang menjadi produk bernilai ekonomi dinilai mampu meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus mengurangi limbah hasil perikanan yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal.

Praktik pengembangan usaha tersebut akan menjadi salah satu contoh pemberdayaan ekonomi masyarakat yang dibahas dalam Papeda Summit pada 2–4 September 2026 di Sorong, Papua Barat Daya. Forum tersebut akan mempertemukan berbagai pihak untuk berbagi pengalaman mengenai pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan serta penguatan ekonomi masyarakat adat di Tanah Papua.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...

Harga Cabai Rawit Rp102.250/Kg, Telur Ayam Rp28.400/Kg

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp102.250...
Advertisement
Jadwal Liga Champions: PSG Ditantang Barcelona, Bayern Muenchen Jamu Arsenal

Jadwal Liga Champions: PSG Ditantang Barcelona, Bayern Muenchen Jamu Arsenal

20 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.