Messi Kembali Jadi Penyelamat, Argentina Singkirkan Tanjung Verde Lewat Laga Dramatis
📅 Minggu, 05 Jul 2026, 00:03 WIB | Oleh: Benny Mudesta PutraMIAMI – Lionel Messi kembali membuktikan statusnya sebagai pembeda bagi Argentina. Sang kapten menginspirasi Albiceleste menyingkirkan Tanjung Verde dengan skor dramatis 3-2 setelah melalui babak perpanjangan waktu pada pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2026, Sabtu (4/7) dini hari WIB.
Meski sukses mengamankan tiket ke perempat final, kemenangan tersebut kembali memunculkan pertanyaan yang terus menghantui Argentina: seberapa lama mereka bisa terus bergantung pada kejeniusan Messi?
Pada Piala Dunia 2022 di Qatar, Messi menjadi sosok utama yang mengakhiri penantian panjang Argentina meraih gelar juara dunia. Empat tahun berselang, pemain berusia 39 tahun itu kembali menjadi tumpuan utama tim asuhan Lionel Scaloni.
Messi yang mencetak tujuh gol saat mengantar Argentina menjadi juara dunia kini telah menyamai torehan tersebut di Piala Dunia 2026. Ia terus memecahkan rekor sekaligus membuktikan bahwa usia bukan penghalang untuk tampil sebagai pemain terbaik di panggung sepak bola dunia.
Atmosfer Stadion Miami berubah layaknya kandang Argentina. Ribuan pendukung Albiceleste memadati tribune dengan lautan jersey biru-putih, sementara sekelompok kecil suporter Tanjung Verde memberikan dukungan tanpa henti kepada tim kesayangannya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sejak peluit awal dibunyikan, hampir seluruh alur serangan Argentina mengalir melalui kaki Messi.
Gol pembuka lahir setelah jeda minum mengganggu ritme permainan Tanjung Verde. Ketika para pemain lawan kehilangan konsentrasi sesaat, Messi memanfaatkan umpan panjang dengan kontrol sempurna sebelum melepaskan tembakan dari sudut sempit yang gagal dihentikan kiper.
Gol tersebut membuat koleksi Messi di Piala Dunia bertambah menjadi 20 gol, semakin mengukuhkan namanya sebagai salah satu pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah turnamen.
Sebaiknya Anda baca juga:
Tanjung Verde tidak menyerah begitu saja. Tim asuhan Bubista mampu memberikan perlawanan sengit dan menyamakan kedudukan melalui gol Deroy Duarte sesaat sebelum pertandingan memasuki satu jam permainan.
Saat turun minum, pelatih Bubista bahkan tetap berada di area bangku cadangan untuk berdiskusi dengan staf pelatihnya demi mencari cara menghentikan pengaruh Messi.
Namun, upaya tersebut tetap belum mampu membatasi pergerakan kapten Argentina itu.
Ketika permainan terbuka tidak lagi menghasilkan peluang, Messi kembali mengambil tanggung jawab. Ia menjadi eksekutor hampir seluruh tendangan bebas dan sepak pojok Argentina. Bahkan ketika gagal mencetak gol langsung dari tendangan bebas, Messi terus menjadi ancaman melalui umpan-umpan matinya.
Gol kedua Argentina lahir ketika sepak pojok Messi disambut Lisandro Martínez di tiang jauh.
Sementara gol kemenangan tercipta lewat sundulan Cristian Romero yang memanfaatkan umpan akurat Messi dari situasi sepak pojok sebelum bola berubah arah dan masuk ke gawang Tanjung Verde.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!