Sawah Sekarat Dikepung Kemarau, Pemkab Garut Lakukan Gerak Cepat Ini Demi Selamatkan Pangan
📅 Selasa, 07 Jul 2026, 01:25 WIB | Oleh: AlfredGARYT - Pemerintah Kabupaten Garut, Jawa Barat mengerahkan seluruh jajaran birokrasi dan dinas teknis untuk mempercepat langkah mitigasi bencana kekeringan pada sektor tanaman pangan guna mengantisipasi dampak puncak musim kemarau, Senin (6/7).
"Ini yang disikapi terkait mitigasi kekeringan sektor lahan, saya minta camat-camat, tadi sudah ada beberapa laporan, terus periksa (wilayahnya)," kata Bupati Garut Abdusy Syakur Amin usai rapat koordinasi mitigasi bencana kekeringan sektor pertanian di Garut, Senin.
Ia menuturkan, hasil dari rapat koordinasi tersebut mendapatkan laporan daerah rawan kekeringan, dan sebagian ada yang meminta bantuan pemasangan pompa air untuk mengairi lahan pertanian yang terancam kekeringan.
Adanya rapat koordinasi yang menghadirkan camat dan jajaran Dinas Pertanian Garut itu, kata dia, untuk memudahkan penanganan dengan cepat dan tepat apabila di suatu daerah ada yang terdampak kekeringan.
"Kumpulkan camat dan Dinas Pertanian untuk disikapi dengan segera, sehingga kalau ada kekeringan segera ditindaklanjuti," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia menyampaikan, upaya mengatasi kekeringan harus sejak awal, bukan dalam kondisi tanah sudah kering, kemudian tanamannya juga sudah kering.
Kondisi tersebut, kata dia, tentu akan sulit untuk menyelamatkan tanamannya, sehingga petani maupun aparatur pemerintah di lapangan harus melakukan pengecekan di lapangan lalu melaporkan dan tindaklanjuti agar tanaman bisa cepat diselamatkan.
"Saya kira ini kan, kalau sudah mati disiram air enggak akan hidup-hidup lagi, jangan sampai terlambat, ini mumpung masih hidup, cepat sirami," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Garut, Ardhy Firdian menambahkan, jajarannya telah melakukan pendataan di lapangan yang saat ini kondisi lahan pertanian, terutama padi terancam kekeringan dampak kemarau.
"Kondisinya terancam, tidak ada yang puso, namun kita sudah melakukan antisipasi salah satunya pompanisasi atau pemanfaatan sumber air yang ada," katanya.
Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Garut, total luas lahan sawah di Kabupaten Garut mencapai sekitar 42.663 hektare. Luas ini terdiri dari sawah irigasi seluas 33.024 hektare dan sawah tadah hujan seluas 9.570 hektare.
Berdasarkan pendataan sementara, luas lahan yang terdampak mencapai sekitar 90 hektare di 11 kecamatan. Jumlah itu masih relatif kecil jika dibandingkan dengan total luas areal tanam padi di Kabupaten Garut.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!