Diskop: Koperasi Milik Pemda Perluas Pasar Hasil Tani Papua Pegunungan
📅 Selasa, 07 Jul 2026, 08:14 WIB | Oleh: Tim PenulisWAMENA – Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskop UKM) Provinsi Papua Pegunungan menyiapkan koperasi daerah yang mulai beroperasi pada 2026 untuk memperluas pemasaran hasil pertanian dan perkebunan masyarakat di delapan kabupaten.
Kepala Diskop UKM Papua Pegunungan, Alpius Yigibalom, di Wamena, Senin (06/7), mengatakan koperasi tersebut akan menampung hasil produksi masyarakat sebelum dipasarkan di dalam maupun ke luar wilayah Papua Pegunungan.
“Koperasi milik pemerintah daerah telah dibangun untuk membantu menampung hasil perkebunan dan pertanian masyarakat delapan kabupaten, kemudian didistribusikan di dalam dan luar Papua Pegunungan,” katanya.
Menurut dia, koperasi tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah daerah memperkuat pemasaran komoditas lokal dan meningkatkan kegiatan ekonomi masyarakat.
Delapan kabupaten yang menjadi wilayah pelayanan koperasi itu meliputi Jayawijaya, Lanny Jaya, Tolikara, Nduga, Mamberamo Tengah, Pegunungan Bintang, Yahukimo, dan Yalimo.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Pembangunan koperasi ini menjadi harapan pemerintah daerah dalam mendukung peningkatan ekonomi masyarakat di delapan kabupaten,” ujarnya.
Alpius menjelaskan koperasi tersebut juga akan mendukung kerja sama ekonomi antara Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan dan Pemerintah Kabupaten Biak Numfor dalam perdagangan komoditas antardaerah.
Hasil pertanian dan perkebunan masyarakat Papua Pegunungan akan dipasarkan melalui koperasi, sedangkan hasil perikanan dari Biak Numfor dapat didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah pegunungan.
Menurut dia, kerja sama ekonomi tersebut sebelumnya ditangani organisasi perangkat daerah (OPD) teknis, namun dalam pelaksanaannya membutuhkan lembaga usaha yang dapat menjalankan kegiatan perdagangan dan distribusi.
“Pada awal kerja sama, OPD teknis yang mengelola. Namun, dalam pelaksanaannya dibutuhkan pihak ketiga sehingga kami mendirikan koperasi sebagai langkah mempercepat kegiatan ekonomi di Papua Pegunungan,” katanya.
Ia mengatakan koperasi akan membeli hasil pertanian dan perkebunan masyarakat yang memenuhi kriteria dan standar yang telah ditentukan.
Komoditas yang akan ditampung antara lain sayuran, buah-buahan, dan kopi yang dihasilkan masyarakat di delapan kabupaten.
“Masyarakat menanam berbagai jenis sayuran, buah-buahan, serta kopi. Pemerintah daerah melalui koperasi akan membeli hasil produksi sesuai kriteria dan standar yang ditentukan,” ujarnya.
Alpius berharap pengoperasian koperasi dapat memperluas akses pasar hasil produksi masyarakat sekaligus memperkuat perdagangan antardaerah di Papua Pegunungan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!