Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bayer Luncurkan Camalus, Insektisida Generasi Baru untuk Tingkatkan Produktivitas Hortikultura Indonesia

📅 Selasa, 07 Jul 2026, 17:57 WIB | Oleh:

Kukuh menjelaskan, mekanisme kerja ganda tersebut juga membantu memperlambat munculnya resistensi hama yang selama ini menjadi salah satu tantangan dalam budidaya hortikultura.

Dikembangkan Selama Satu Dekade

Menurut Bayer, Camalus merupakan hasil penelitian dan pengembangan yang berlangsung sekitar 10 tahun. Proses tersebut mencakup penemuan molekul, pengembangan formulasi, pengujian efektivitas, studi keamanan, hingga registrasi produk.

Sebelum dipasarkan, Camalus telah melalui ratusan uji lapangan di berbagai wilayah Indonesia, termasuk pengujian di Bayer JUARA, pusat riset dan pengembangan pertanian Bayer di Klaten yang merupakan fasilitas riset terbesar kedua Bayer di Asia Tenggara.

Hasil pengujian menunjukkan Camalus mampu memberikan pengendalian hama yang lebih konsisten sekaligus membantu menyelamatkan hasil panen petani.

Produk ini dapat digunakan pada berbagai komoditas hortikultura seperti cabai, tomat, kubis, bawang merah, kentang, semangka, jeruk, hingga mangga. Hama sasaran meliputi ulat daun, ulat grayak, ulat buah, pengorok daun, lalat buah, kutu daun, kutu kebul, dan thrips.

Distribusi Diperluas ke 13 Provinsi

Commercial Unit Lead West Bayer Crop Science Indonesia, Krisna Dwi Laksono, mengatakan Bayer tidak hanya berfokus menghadirkan inovasi, tetapi juga memastikan teknologi tersebut mudah diakses petani.

"Tak berhenti pada komitmen berinovasi, ketersediaan dan kemudahan akses terhadap teknologi pertanian juga menjadi prioritas Bayer. Kami memastikan Camalus hadir dekat dengan keseharian petani sehingga semakin banyak petani hortikultura Indonesia yang dapat merasakan manfaatnya," kata Krisna.

Sepanjang 2026, Bayer akan memperluas distribusi Camalus ke 13 provinsi, yakni Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Bengkulu, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Bali.

Camalus dipasarkan dalam kemasan co-pack 100 mililiter dan tersedia secara bertahap melalui jaringan kios tani, termasuk Better Life Farming Center (BLFC). Bayer juga menyediakan pendampingan teknis mengenai dosis penggunaan dan tata cara aplikasi melalui tim agronomis di lapangan guna memastikan produk digunakan secara efektif dan aman.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mau Meliput Krakatau, 5 Wartawan “Hilang” Sudah Ditemukan, Mampir di Pulau yang Susah Sinyal
    Syukurlah ....
  • Abu Vulkanik Masih Bisa Menembus Masker N95, Kecuali Diberi Tambahan
    Pantesan negara ga maju2, profesor UI lohhhh , ...
  • BTN Dorong Industri Kopi Indonesia Naik Kelas Lewat Kolaborasi dan Digitalisasi
    Langkah luar biasa dari BTN dalam menginisiasi kolaborasi ...
  • OJK Bubarkan 58 Dana Pensiun, Ada Apa dengan Industri Pensiun RI?
    Meskipun terdapat pembubaran puluhan dana pensiun pemberi kerja, ...
  • Kini Deli Serdang Kembangkan Industri Jamur Menggunakan Elektrifikasi, Bisa Ditiru
    Inisiatif pemanfaatan teknologi elektrifikasi melalui mesin pengaduk media ...
Luar Negeri
Houthi Bakar Fasilitas Ener...
Ekonomi
Panen raya bawang merah di ...

Semburan asap di Pasar Baru

3 jam lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Semburan asap di Pasar Baru
Advertisement
Gubernur DKI: PJJ Jakarta Berakhir, Sekolah Kembali Normal Besok

Gubernur DKI: PJJ Jakarta Berakhir, Sekolah Kembali Normal Besok

08 Sep 2026
Pilihan Pembaca
# 4
# 4
Wapres Sara Duterte Bayar Uang Jaminan
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.