Ujungan Bekasi Ditetapkan Sebagai Warisan Budaya Tak Benda
📅 Senin, 06 Jul 2026, 23:58 WIB | Oleh: Tim PenulisKabupaten Bekasi - Seni pertunjukan tradisional Ujungan asal Kabupaten Bekasi, Jawa Barat ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) oleh Direktorat Jenderal Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Kebudayaan.
Ketua Pemangku Seni Budaya Bekasi (Pangsi) Drahim Sada mengatakan penetapan Ujungan sebagai WBTB yang diumumkan secara resmi oleh pemerintah pada Jumat (3/7), menjadi pencapaian penting bagi upaya pelestarian budaya di wilayah itu.
"Selain memperkuat upaya menjaga tradisi lokal, pengakuan tersebut juga menegaskan Ujungan sebagai salah satu identitas budaya Kabupaten Bekasi yang kini telah diakui secara nasional," katanya di Cikarang, Senin.
Ia menjelaskan Ujungan tradisi yang telah hidup di tengah masyarakat Bekasi sejak sebelum era kemerdekaan yakni sekitar tahun 1940. Pada masa itu, Bekasi dikenal sebagai daerah agraris dengan hamparan persawahan luas dan tradisi ini menjadi bagian dari perayaan pesta panen.
Tidak sekadar mempertontonkan adu ketangkasan menggunakan batang rotan, Ujungan juga menjadi ajang berkumpul para jawara dari berbagai kampung untuk mempererat tali persaudaraan.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Ujungan dilakukan saat pesta panen. Jawara-jawara dari berbagai kampung berkumpul bukan untuk bertarung tetapi sebagai bentuk permainan dan persahabatan," ujarnya.
Drahim menekankan nilai-nilai yang diwariskan melalui seni tradisi Ujungan, yakni semangat kebersamaan, silaturahim dan persaudaraan antar-masyarakat.
"Pesan sosialnya adalah persahabatan. Pertandingan itu menjadi ajang silaturahmi antar-jawara kampung dalam suasana perayaan panen," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pihaknya berharap Pemerintah Kabupaten Bekasi semakin aktif menampilkan seni Ujungan dalam berbagai agenda resmi daerah sebagai bentuk pelestarian budaya setelah resmi menyandang status WBTB.
Dirinya juga mendorong agar Ujungan dapat berkembang menjadi salah satu cabang olahraga tradisional di bawah naungan Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) agar semakin dikenal luas oleh masyarakat.
Wakil Ketua Umum Dewan Kebudayaan Daerah Kabupaten Bekasi Ahmad Djaelani menilai pengakuan nasional tersebut hasil dari proses panjang yang melibatkan banyak pihak.
"Kami menyambutnya dengan penuh bangga. Pengakuan ini tentu bukan proses instan melainkan buah manis dari kerja keras dan kolaborasi berbagai pihak mulai dari komunitas budaya, pegiat dan pelaku seni hingga dukungan dari pemerintah daerah," ujarnya.
Dia mengatakan pengakuan secara nasional ini bukanlah akhir dari perjuangan melainkan awal dari tanggung jawab bersama untuk menjaga keberlangsungan tradisi tersebut.
"Ini adalah momentum bagi seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Bekasi untuk terus melestarikan, menjaga nilai-nilai luhur sportivitas dan keberanian dalam Ujungan serta memastikan warisan leluhur ini tetap hidup dan dikenal oleh generasi penerus," kata dia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!