Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

AS Ingin Sekutunya di Eropa Tingkatkan Belanja Pertahanan dalam NATO

📅 Selasa, 07 Jul 2026, 01:00 WIB | Oleh:
AS Ingin Sekutunya di Eropa Tingkatkan Belanja Pertahanan dalam NATO Doc: istimewa
Ket. Sebanyak 32 bendera anggota berkibar di Markas NAT O, Brussel.

BRUSSEL - Tuntutan Washington agar negara-negara anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) di Eropa meningkatkan belanja pertahanan dinilai bukan karena Amerika Serikat (AS) berniat meninggalkan komitmen aliansinya, melainkan lebih kepada mengalihkan porsi beban finansial dan militer yang lebih besar kepada negara-negara Eropa.

“Tuntutan AS agar anggota NATO di Eropa meningkatkan belanja pertahanan bukanlah hal baru. Baik Barack Obama maupun Joe Biden sebelumnya juga pernah menyampaikan seruan serupa kepada sekutu-sekutu Eropa,” kata seorang sumber dari kalangan diplomatik dan pakar Eropa kepada RIA Novosti.

“Saat ini, yang terjadi bukanlah rencana penarikan penuh AS dari Eropa, melainkan keinginan untuk mengalihkan sebagian tugas dan tanggung jawab kepada negara-negara Eropa,” kata sumber itu menambahkan.

Menurut dia, AS tidak berniat sepenuhnya meninggalkan Eropa, tetapi secara bertahap mengurangi kehadiran militernya karena menghadapi tantangan ekonomi domestik serta kebutuhan untuk memusatkan perhatian pada upaya membendung pengaruh Tiongkok di kawasan Asia-Pasifik.

“AS tidak ingin sepenuhnya meninggalkan Eropa, tetapi berupaya mengurangi kehadirannya. Alasan utamanya adalah kesulitan ekonomi yang telah dihadapi Amerika Serikat selama bertahun-tahun sehingga sumber dayanya tidak lagi sebesar sebelumnya,” kata sumber tersebut.

Selain itu, Washington juga harus mengalihkan sebagian kekuatan ke kawasan Asia-Pasifik sebagai bagian dari kebijakan “pivot to Asia” (pergeseran fokus ke Asia) yang dimulai pada era Barack Obama untuk menghadapi kebangkitan Tiongkok,” katanya.

Di sisi lain, lanjut sumber tersebut, kebijakan peningkatan belanja militer NATO semakin kurang mendapat dukungan masyarakat di berbagai negara Eropa yang tengah menghadapi tekanan ekonomi.

“Pemerintah negara Eropa membenarkan peningkatan anggaran militer dengan mengacu pada konflik di Ukraina dan apa yang mereka anggap sebagai meningkatnya ancaman Russia, bahkan sampai menyebut Russia ingin terlibat konflik dengan NATO. Namun, kebijakan semacam itu tidak terlalu populer di negara-negara Eropa yang sedang menghadapi persoalan ekonomi serius, tingginya utang publik, kebijakan penghematan, serta melemahnya kelas menengah,” katanya.

Berbagai persoalan sosial dan ekonomi di dalam negeri itu, semakin menyulitkan pemerintah negara-negara Eropa untuk merealisasikan rencana ambisius menaikkan anggaran pertahanan.

Salah satu agenda utama dalam KTT NATO di Ankara, Turki pada 7–8 Juli 2026, diperkirakan akan membahas pembagian tanggung jawab di dalam aliansi tersebut.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump berulang kali mendesak negara-negara sekutu di Eropa agar menanggung porsi yang jauh lebih besar atas biaya pertahanan mereka sendiri.

Ancaman Russia

Sementara itu, Direktur Departemen Urusan Eropa Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Russia, Vladislav Maslennikov memprediksi NATO akan terus menimbulkan ancaman terhadap keamanan Russia di berbagai wilayah.

“NATO akan terus mengedepankan agenda konfrontatif terhadap Russia dan secara praktis menimbulkan ancaman terhadap keamanan kami di berbagai wilayah geografis dan lingkungan operasional,” kata Maslennikov kepada RIA Novosti.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
Aplikasi Bebunge Membantu S...
Megapolitan
Skema Berlangganan Transjak...

OJK Dorong Penguatan Ekosistem Karbon

55 menit yang lalu | Lukman

Nasional
OJK Dorong Penguatan Ekosis...
Luar Negeri
F-35 Australia vs Rafale TN...
Daftar Lengkap Pemenang Miss Jakarta Fair 2026 di Panggung Utama JIEXPO

Daftar Lengkap Pemenang Miss Jakarta Fair 2026 di Panggung Utama JIEXPO

06 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.