Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

DEN Ramal Pasokan Energi Primer Meningkat, Ketergantungan Impor Masih Membayangi

6 Jumat, 06 Nov 2026, 20:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
DEN Ramal Pasokan Energi Primer Meningkat, Ketergantungan Impor Masih Membayangi DEN Ramal Pasokan Energi Primer Meningkat, Ketergantungan Impor Masih Membayangi Doc: ANTARA/ Humas SKK Migaspri.
Ket. Ilustrasi - Pengeboran minyak lepas pantai Natuna.

BANDARLAMPUNG – Pasokan energi primer menjadi fondasi penting bagi ketahanan energi nasional sekaligus keberlangsungan aktivitas ekonomi.

Ketergantungan pada impor minyak dan gas, di tengah ketidakpastian geopolitik serta fluktuasi harga komoditas global, membuat kepastian pasokan semakin krusial.

Karena itu, pemerintah perlu memperkuat produksi domestik, diversifikasi sumber energi, dan infrastruktur distribusi agar kebutuhan energi industri maupun masyarakat terpenuhi tanpa memperbesar kerentanan ekonomi dan beban fiskal.

Dewan Energi Nasional (DEN) menyatakan bahwa pasokan energi primer diproyeksikan dapat meningkat dari tahun ke tahun untuk menjaga ketahanan energi nasional.

"Pasokan energi primer diproyeksikan meningkat dari tahun ke tahun, seperti di 2025 realisasinya dari 288 juta ton oil equivalent (TOE) ditargetkan dapat meningkat 454 juta ton oil equivalent pada tahun 2030," ujar Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Surono pada kegiatan Sosialisasi Kebijakan Energi Nasional di Universitas Lampung di Bandarlampung, Jumat (6/11).

Kemudian pasokan energi primer pun dapat terus meningkat menjadi 596 juta ton oil equivalent pada tahun 2040, lalu 712 juta ton oil equivalent di tahun 2050 dan 775 juta ton oil equivalent di tahun 2060.

"Dan dalam periode yang sama porsi energi baru dan terbarukan diharapkan naik bertahap dari realisasi 16 persen di 2025, menjadi 23 persen di 2030, lalu 40 persen di 2040, lalu 55 persen di 2050 dan 72 persen di 2060," katanya.

Menurut dia, dengan adanya proyeksi peningkatan pasokan energi dari tahun ke tahun akan mendukung ketahanan energi nasional, sesuai dengan Asta Cita pemerintah yakni dalam upaya memantapkan sistem pertahanan keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi kreatif, ekonomi hijau, dan ekonomi biru.

"Dua poin Asta Cita yang paling dekat dengan sektor energi adalah poin kedua tentang kemandirian swasembada serta poin kelima tentang keberlanjutan, digitalisasi, dan industrialisasi untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri," ucap dia.

Oleh karena itu sasaran kebijakan energi nasional salah satunya yakni mewujudkan ketahanan energi yang tahan, dengan tetap menjaga keamanan pasokan dan keterjangkauan harga energi.

"Kebijakan energi nasional memiliki tiga sasaran strategis. Untuk ketahanan energi itu meliputi ketahanan, ketersediaan, keamanan, keterjangkauan, dan ketercapaian harga, serta terpenuhinya kebutuhan energi yang rasional untuk mencapai target indeks pembangunan manusia dan ekonomi hijau, serta tercapainya dekarbonisasi dan transisi energi menuju puncak emisi 2035 dan net zero emission," tambahnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta

Mark Lee Rilis Single Terbaru “Happiest”

1.5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Rona
Mark Lee Rilis Single Terba...
Rona
Kris Dayanti Ajak Musisi Di...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kabar Baik! Pemerintah Buka CPNS November 2026, 139 Ribu Formasi Guru Menanti

Kabar Baik! Pemerintah Buka CPNS November 2026, 139 Ribu Formasi Guru Menanti

06 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.