Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ketika Klik di Ponsel Menggeser Ramainya Toko Seragam Sekolah di Purwokerto

📅 Senin, 06 Jul 2026, 15:30 WIB | Oleh: Tim Penulis

Namun, kata dia, langkah tersebut belum mampu sepenuhnya mengimbangi persaingan dengan toko daring.

Terkait dengan hal itu, dia mengaku mengurangi jumlah barang yang didatangkan dari sentra konveksi di Solo, Jateng, dan Bandung, Jabar, karena penjualan yang melambat.

"Sekarang, memang lesu. Kulakan juga dikurangi karena penjualannya tidak sebanyak dulu," katanya.

Lebih lanjut, Liyanto mengatakan satu setel seragam sekolah dia jual dengan harga mulai Rp100 ribu.

Selain itu, pihaknya juga menyediakan layanan bordir nama untuk melengkapi kebutuhan siswa menjelang masuk sekolah.

"Kebutuhan seragam sekolah saat ini juga mengalami perubahan. Banyak sekolah memberikan keleluasaan kepada orang tua untuk membeli sendiri seragam, sedangkan yang umumnya diwajibkan hanya seragam batik sekolah dan seragam olahraga," katanya.

Salah seorang warga Desa Singasari, Kecamatan Karanglewas, Banyumas, Endang mengaku tetap memilih membeli perlengkapan sekolah secara langsung di toko karena dapat melihat kualitas barang sekaligus memastikan ukuran pakaian sesuai untuk anaknya yang akan masuk sekolah menengah pertama (SMP).

"Kalau beli online enggak bisa lihat sendiri dan enggak bisa mencoba karena kadang kebesaran atau kekecilan. Kalau di sini harganya murah dan bisa memilih," katanya.

Dalam kesempatan terpisah, Kepala Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (DPKUKM) Kabupaten Banyumas Gatot Eko Purwadi mengatakan kebutuhan seragam sekolah saat ini lebih banyak dipenuhi oleh toko yang menyediakan pakaian jadi dibandingkan melalui jasa penjahit atau konveksi skala kecil.

"Masyarakat cenderung memilih produk siap pakai karena lebih praktis dan harganya lebih kompetitif," katanya.

Kendati demikian, dia mengakui DPKUKM selama ini belum memiliki data mengenai peningkatan atau penurunan permintaan seragam sekolah yang berdampak langsung terhadap pelaku usaha konveksi lokal.

Oleh karena itu, pihaknya akan melakukan penelitian terhadap pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) sektor konveksi dan tekstil guna mengetahui seberapa besar peningkatan atau penurunan omzet UMKM sektor tersebut.

"Kami akan mencoba memantau apakah setiap tahun ajaran baru memang ada tambahan omzet untuk pelaku usaha. Selama ini teman-teman pelaku usaha juga tidak pernah melaporkan apakah ada peningkatan pesanan atau tidak," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.