Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bhima Yudhistira: SDM Terampil Tutup Kesenjangan Industri, Perkuat Ekonomi Nasional.

📅 Senin, 06 Jul 2026, 10:25 WIB | Oleh:
Bhima Yudhistira: SDM Terampil Tutup Kesenjangan Industri, Perkuat Ekonomi Nasional. Doc: Antara Foto
Ket. Perajin mengerjakan kerajinan kap lampu berbahan bambu yang akan diekspor ke India di rumah produksi kerajinan bambu Tunggak Semi, Malangan, Sumberagung, Moyudan, Sleman, D.I Yogyakarta,

Direktur Utama Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengatakan penguatan talenta tenaga kerja terampil dapat menutup celah kebutuhan industri yang dapat mendorong daya saing industri kreatif sebagai penopang pertumbuhan ekonomi nasional.

Bhima menyebutkan berdasarkan data Badan Pusat Statistik tahun 2025, jumlah angkatan kerja mencapai 153 juta orang dan potensi tersebut dapat dioptimalkan melalui peningkatan kualitas pendidikan, pelatihan, serta sertifikasi keterampilan.

"Data menunjukkan jumlah angkatan kerja Indonesia mencapai 153 juta orang, namun hanya 12,66 persen yang memiliki pendidikan tinggi, dan lebih dari 30 persen perusahaan mengalami kesulitan merekrut talenta berkualitas," kata Bhima kepada ANTARA di Jakarta, Senin.

Bhima mengatakan kebutuhan tenaga kerja terampil terutama di sektor ekonomi digital diperkirakan terus meningkat hingga 2030.

Ia juga menyoroti jarak antara ketersediaan pekerja terampil dengan minimnya penyerapan tenaga kerja akan memicu peralihan industri kreatif lebih banyak gunakan AI atau machine learning karena kesulitan perusahaan mencari talenta dari universitas atau lulusan sekolah kejuruan.

Kondisi ini menjadi momentum bagi pemerintah, dunia pendidikan, dan pelaku industri untuk mempercepat penciptaan talenta digital agar Indonesia mampu memenuhi kebutuhan industri dari dalam negeri sekaligus memanfaatkan peluang ekonomi berbasis teknologi.

Ia juga mengatakan Indonesia memiliki peluang besar untuk memperkuat daya saing ekonomi kreatif melalui pengembangan sumber daya manusia yang lebih merata dan sesuai dengan kebutuhan industri.

Saat ini, mayoritas tenaga kerja industri kreatif masih terkonsentrasi di Pulau Jawa, sehingga penguatan pusat pendidikan dan pelatihan di Indonesia Timur dinilai dapat membuka peluang ekonomi baru sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap pekerjaan berkualitas.

"Masalah yang paling krusial adalah gap karena konsentrasi geografis. Sebanyak 58 persen tenaga kerja industri kreatif masih tersedia di tiga provinsi Jawa, sementara wilayah Indonesia Timur sangat kecil," katanya.

Bhima mengatakan penyelarasan kurikulum pendidikan dengan kebutuhan industri, termasuk penyediaan program magang dan sertifikasi profesi, diyakini akan mempercepat lahirnya tenaga kerja yang siap pakai.

Langkah ini tidak hanya mendukung subsektor digital seperti gim, animasi, perangkat lunak, dan konten digital, tetapi juga meningkatkan daya saing subsektor kuliner, fesyen, dan kriya.

Menurutnya, industri kreatif digital tumbuh lebih melesat dengan gaji kompetitif, namun subsektor tradisional seperti kuliner, fesyen, kriya cenderung terjadi informalitas tenaga kerja.

Penguatan perlindungan bagi pekerja di sektor ekonomi kreatif, terutama yang masih berada di sektor informal, juga menjadi bagian penting dalam menciptakan ekosistem industri yang berkelanjutan.

Dengan dukungan peningkatan kompetensi, pemerataan talenta, dan perlindungan tenaga kerja, ekonomi kreatif berpeluang menjadi salah satu motor pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus menciptakan lapangan kerja berkualitas di berbagai daerah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Nasional
Kekeringan akibat El Niño ...
Megapolitan
Kekeringan Mengancam Sawah ...
Nasional
Penajam Jadi Wilayah Pengem...
Advertisement
FIFA Asean Cup 2026: Drama VAR! Thom Haye Kartu Merah, Indonesia Vs Malaysia Masih 0-0 di Babak Pertama

FIFA Asean Cup 2026: Drama VAR! Thom Haye Kartu Merah, Indonesia Vs Malaysia Masih 0-0 di Babak Pertama

28 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.