Rahasia para Atlet Tua yang Masih Tampil Luar Biasa
📅 Minggu, 05 Jul 2026, 14:38 WIB | Oleh: SriyonoDjokovic dijuluki sebagai Manusia Karet karena kemampuannya melakukan sliding dan mengambil bola mustahil sambil melakukan split kaki di lapangan. Fleksibilitas ekstrem ini dilatih secara disiplin melalui kombinasi beberapa latihan seperti yoga dan tai chi, hingga teknologi canggih terapi oksigen hiperbarik (HBOT) dan krioterapi atau terapi suhu dingin ekstrem untuk mempercepat perbaikan sel tubuh.
Hasilnya, di Wimbledon tahun ini, pemain 39 tahun itu masih melaju ke babak 16 besar. Berhadapan dengan lawan yang tumbuh besar dengan menyaksikan pertandingan Djokovic, dan kini mereka harus berpikir mencari cara untuk mengalahkannya.
Melihat keempat nama itu, mudah sekali menyimpulkan bahwa mereka hanyalah pengecualian. Bahwa mereka diberkahi genetika dan kecerdasan olahraga yang tidak dimiliki orang lain. Mungkin memang ada benarnya.
Tetapi genetika saja tidak pernah cukup menjelaskan mengapa seorang atlet bisa bertahan selama dua dekade di level tertinggi. Kalau hanya mengandalkan bakat, dunia olahraga seharusnya dipenuhi atlet ajaib yang bermain sampai usia 40 tahun. Tapi faktanya tidak demikian.
Sebaiknya Anda baca juga:
Yang membedakan mereka justru sesuatu yang jauh lebih membosankan daripada bakat. Rutinitas. Disiplin.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!