Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

KLH Ungkap Penyebab Kebakaran TPA Jatiwaringin Sulit Dikendalikan

📅 Minggu, 05 Jul 2026, 09:53 WIB | Oleh: Tim Penulis
KLH Ungkap Penyebab Kebakaran TPA Jatiwaringin Sulit Dikendalikan Doc: ANTARA
Ket. Wakil Menteri LH Diaz Faisal Malik Hendropriyono (kedua kiri) saat ke lokasi kebakaran TPA Jatiwaringin, Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten, Sabtu (4/7/2026).

TANGERANG - Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menyatakan penanganan kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten, sulit dikendalikan secara cepat mengingat kondisi sampah memiliki karakteristik yang serupa dengan kebakaran lahan gambut.

Wakil Menteri Lingkungan Hidup (LH) Diaz Faisal Malik Hendropriyono di Tangerang, Sabtu menyampaikan kondisi api yang membakar sampah tidak hanya berada dalam permukaan, namun juga merembet dan menyala di bawah tumpukan sampah yang tebal.

Sehingga, upaya pengendalian kedaruratan kebakaran diperlukan waktu yang cukup dan pola penanganan dengan tepat.

"Dan memang pemadaman ini bukan hal yang mudah. Ini karakteristiknya mirip seperti kebakaran lahan gambut. Karena mungkin di atasnya terlihat sudah padam, tetapi ketika kita lihat di bagian bawahnya ini masih ada apinya. Jadi kapan saja bisa terus terbakar, dan karena ada CH4, bisa ada potensi ledakan," katanya menjelaskan.

Ia menambahkan, dalam operasi pemadaman kebakaran yang dilakukan petugas gabungan terdapat beberapa tantangan yang menjadi fokus untuk melakukan penyelesaian.

Dimana pihaknya akan menerjunkan thermal drone atau teknologi yang menggunakan kamera inframerah untuk mendeteksi radiasi panas untuk menganalisa sumber kebakaran, titik-titik apinya.

"Jadi kami hanya bisa melakukan monitoring analisa melalui drone secara berkala," ucapnya.

Kemudian, untuk langkah berikutnya, dengan mengerahkan dua mobile monitoring sistem, yang bertujuan untuk memantau udara di lokasi kebakaran. Salah satunya memonitor seperti SO_2 (sulfur dioxide), NO_2 (nitrogen dioxide), dan juga PM 1.0 dan PM 2.5.

"Kalau baku mutunya yang dibilang baik itu 15,5 dan sedang dari 15,5 sampai 55,5, dan setelah itu tidak sehat dan membahayakan dan lain sebagainya. Dan ini sudah sampai ke tingkat 1.000. Jadi berapa hari ini sudah tingkat 1.000, tetapi tadi malam saya lihat langsung menurun drastis," paparnya.

Dia juga menambahkan, dengan karakteristik yang sama seperti kebakaran lahan gambut ini, pemerintah melalui Kementerian Kehutanan tekah menerjunkan 30 personel tim Manggala Agni dari wilayah Sulawesi dan Jawa Barat.

Mereka, katanya, sudah memiliki pengalaman cukup baik dengan dilengkapi peralatan high pressurenya yang khusus, melakukan pemadaman langsung ke titik api di bawah permukaan tumpukan sampah.

"Karena TPA ini mungkin bukannya tidak efektif, tapi kurang efektif kalau diairi dari atas saja. Karena di bawahnya tetap kebakaran, sehingga kita butuh bantuan Manggala Agni untuk melakukan inject sampai ke titik di bawah," ujarnya.

Selain itu, melalui BNPB bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyiapkan skema operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) guna membantu percepatan pemadaman. Sehingga, situasi kedaruratan kebencanaan kebakaran yang mencapai kurang lebih 15 hektare bisa segera terkendali.

"Sehingga mungkin atau dimungkinkan untuk melakukan operasi TMC besok. Kita akan melakukan bersama BNPB dan BMKG," kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Korban Tewas akibat Banjir ...
Gol Penalti Kylian Mbappe ke Gawang Paraguay Bawa Prancis Lolos ke Perempat Final Piala Dunia 2026

Gol Penalti Kylian Mbappe ke Gawang Paraguay Bawa Prancis Lolos ke Perempat Final Piala Dunia 2026

05 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.