Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Jakarta Disebut Kota Global, Bisakah Menyamai Tokyo yang 80 Persen Warganya Gunakan Transportasi Publik?

📅 Sabtu, 04 Jul 2026, 18:15 WIB | Oleh:

Akibatnya, jutaan masyarakat masih bergantung pada kendaraan pribadi untuk beraktivitas setiap hari. Kondisi tersebut berdampak pada meningkatnya konsumsi bahan bakar, biaya transportasi rumah tangga, kemacetan, dan emisi kendaraan.

5. Banjir Musiman Masih Terjadi

Persoalan banjir juga belum sepenuhnya terselesaikan. Saat curah hujan tinggi, sejumlah kawasan di Jakarta masih mengalami genangan hingga banjir yang mengganggu aktivitas warga.

Meski berbagai proyek pengendalian banjir telah dijalankan, persoalan drainase, alih fungsi lahan, dan tingginya intensitas hujan masih menjadi tantangan.

6. Akses Air Bersih Belum Merata

Keluhan mengenai layanan air bersih juga masih disampaikan sebagian masyarakat.

Cakupan distribusi air minum melalui jaringan perpipaan yang dikelola PAM JAYA disebut baru mencapai sekitar 65 persen dari target layanan penuh. Artinya, sekitar 35 persen warga Jakarta masih belum memperoleh akses air bersih melalui jaringan pipa dan masih mengandalkan sumber air lainnya.

Pemerataan layanan air bersih menjadi salah satu indikator penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat perkotaan.

7. Kendaraan Pribadi Masih Mendominasi Jalanan

Jumlah kendaraan bermotor di DKI Jakarta terus menunjukkan angka yang sangat besar. Data mencatat terdapat lebih dari 12 juta kendaraan bermotor, termasuk sekitar 9,1 juta sepeda motor dan lebih dari 520 ribu truk.

Di sisi lain, penggunaan transportasi publik disebut mencapai sekitar 39 juta perjalanan per bulan atau sekitar 1,3 juta perjalanan per hari. Jika dibandingkan dengan sekitar 22,4 juta pergerakan kendaraan setiap hari di Jakarta (data 2022), muncul perbedaan interpretasi mengenai proporsi penggunaan transportasi umum. 

Angka tersebut kerap menjadi bahan diskusi mengenai efektivitas perpindahan masyarakat dari kendaraan pribadi ke angkutan umum, sehingga perlu dilihat berdasarkan metodologi masing-masing sumber data.

Ruang Terbuka Hijau Juga Menjadi Perhatian

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Ekonomi
OJK Terbitkan Aturan Baru b...
Di Balik Panen Melimpah Badui, Ada Warisan Bertani yang Terjaga Lintas Generasi

Di Balik Panen Melimpah Badui, Ada Warisan Bertani yang Terjaga Lintas Generasi

04 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.