Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Genjot Pompanisasi! Langkah Cepat Amankan Panen dan Pasokan Pangan di Tengah Ancaman El Nino

📅 Sabtu, 04 Jul 2026, 09:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Genjot Pompanisasi! Langkah Cepat Amankan Panen dan Pasokan Pangan di Tengah Ancaman El Nino Doc: ANTARA/ Abdan Syakura
Ket. Ilustrasi-Petani mengoperasikan mesin pompa air untuk mengairi lahan pertanian yang mengering di Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

JAKARTA – Program pompanisasi menjadi salah satu strategi untuk memperkuat ketahanan pangan melalui peningkatan keandalan pasokan air bagi lahan pertanian.

Dengan memanfaatkan pompa sebagai sumber irigasi alternatif, petani dapat tetap berproduksi saat curah hujan rendah atau pasokan air dari jaringan irigasi utama terbatas, sehingga risiko gagal panen dapat ditekan.

Keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada penyediaan sarana, tetapi juga pada ketersediaan sumber air, biaya operasional yang efisien, serta pengelolaan dan pemeliharaan yang berkelanjutan.

Jika dijalankan secara tepat sasaran, pompanisasi dapat meningkatkan indeks pertanaman, produktivitas lahan, dan mendukung target swasembada pangan nasional.

Kementerian Pertanian (Kementan) mempercepat program pompanisasi untuk menjaga ketersediaan air irigasi, mengantisipasi dampak El Nino 2026 demi mempertahankan produksi pangan nasional tetap optimal dan berkelanjutan.

"Kita harus bergerak sebelum kekeringan meluas. Jangan sampai petani kehilangan musim tanam," kata Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam pernyataan yang dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (4/7).

Dia menegaskan percepatan program pompanisasi sebagai langkah mitigasi utama menghadapi potensi fenomena El Nino yang diprediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) berada pada kategori lemah hingga moderat.

Melalui percepatan penyaluran pompa air, rehabilitasi irigasi, dan optimalisasi sumber air, pemerintah berupaya memastikan petani tetap dapat menanam, menjaga produksi pangan nasional, serta mempertahankan target swasembada pangan.

Amran menegaskan Kementan memilih melakukan langkah antisipatif sebelum dampak kekeringan meluas. Menurutnya, pengalaman menghadapi El Nino pada tahun-tahun sebelumnya menjadi pelajaran penting bahwa mitigasi harus dilakukan sejak dini.

"Karena itu kami mempercepat berbagai langkah mitigasi, salah satunya melalui gerakan pompanisasi agar air tetap tersedia dan produksi pangan tetap aman," ujarnya.

Selain pompanisasi, pemerintah juga mempercepat rehabilitasi jaringan irigasi, optimalisasi lahan, serta pemanfaatan teknologi pertanian untuk menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional.

"Kita tidak boleh menunggu krisis terjadi. Prinsip kita adalah mitigasi dari hulu. Air harus tersedia, irigasi harus berfungsi, dan petani harus tetap bisa menanam. Dengan cara itu, produksi pangan nasional tetap terjaga meskipun menghadapi tantangan iklim," beber Amran.

Menurut Mentan strategi mitigasi perubahan iklim menjadi semakin penting mengingat pemerintah tengah mempercepat pencapaian swasembada pangan.

Berbagai intervensi yang dilakukan pemerintah selama ini telah menunjukkan hasil positif, tercermin dari meningkatnya produksi pangan nasional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

133 Kelompok Budidaya Ikan di Mataram Terima Bantuan Rp1,7 Miliar dari DKP.

133 Kelompok Budidaya Ikan di Mataram Terima Bantuan Rp1,7 Miliar dari DKP.

03 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.