Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Zaman Susah, Jangan Biarkan Ada Lahan Nganggur, Ayo Menanam

📅 Jumat, 03 Jul 2026, 13:49 WIB | Oleh:
Zaman Susah, Jangan Biarkan Ada Lahan Nganggur, Ayo Menanam Doc: ist
Ket. menanam

TANGERANG – Lahan-lahan nganggur harus dimanfaatkan, jangan biarkan ditumbuhi ilalang. Ayo menanami lahan nganggur. Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang, Banten, mengoptimalkan pemanfaatan lahan yang tidak produktif, seperti bekas pabrik di Jatiuwung, menjadi lahan pertanian sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan, sekaligus mendukung pengendalian inflasi daerah.

Asisten Daerah (Asda) II Pemerintah Kota Tangerang Ruta Ireng di Tangerang, Jumat, mengatakan dari total luas wilayah Kota Tangerang sekitar 18.000 hektare, saat ini terdapat sekitar 460 hektare lahan yang dimanfaatkan sebagai lahan pertanian atau hampir dua persen dari luas wilayah.

"Memang jumlahnya belum besar, tetapi ini menjadi langkah penting untuk mempertahankan keberadaan lahan pertanian di tengah pesatnya pembangunan kota," ujar Ruta pada Festival Jagung Nusantara di Jatiuwung Kota Tangerang, Jumat.

Menurutnya, keberhasilan mengubah lahan bekas pabrik di Jatiuwung menjadi area pertanian menunjukkan bahwa lahan-lahan yang sudah tidak produktif masih memiliki potensi untuk dimanfaatkan kembali.

"Ke depan kami berharap semakin banyak lahan tidak produktif yang dapat dialihkan menjadi lahan pertanian sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat, sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah," katanya.

Ruta menjelaskan program optimalisasi lahan tersebut juga menjadi salah satu strategi Pemkot Tangerang dalam menekan laju inflasi, terutama untuk komoditas pangan.

Berdasarkan data terbaru, lanjutnya, Kota Tangerang menjadi salah satu daerah dengan tingkat inflasi terendah di Provinsi Banten.

"Melalui Dinas Ketahanan Pangan, kami terus melakukan berbagai upaya agar inflasi tetap terkendali. Salah satunya dengan memperkuat sektor pangan, meskipun kontribusi produksi pertanian lokal masih bersifat sebagai penunjang kebutuhan masyarakat," ujarnya.

Meski demikian Ruta mengakui pasokan pangan Kota Tangerang hingga saat ini masih banyak bergantung pada kelancaran distribusi dari daerah lain.

Menurutnya, keberadaan pusat distribusi seperti Pasar Induk Tanah Tinggi dan Pasar Anyar menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga bahan pokok.

"Saat rapat bersama Tim Pengendalian Inflasi Nasional (TPIN), komoditas yang paling sering mengalami kenaikan harga adalah cabai dan bawang. Karena itu, selain meningkatkan produksi lokal, kami juga mengandalkan sistem distribusi yang baik agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dan harga tetap stabil," kata Ruta.

Ketua Umum Pemuda Tani Indonesia Budisatrio Djiwandono mengatakan upaya menjaga lahan pertanian membutuhkan keberpihakan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah melalui kebijakan yang melindungi lahan produktif dari alih fungsi yang tidak terkendali.

Hal tersebut terkait semakin berkurangnya lahan pertanian akibat alih fungsi lahan, terutama di wilayah perkotaan. Meski pembangunan terus berjalan, menurutnya, lahan tidur yang masih tersedia harus dioptimalkan kembali menjadi lahan produktif untuk mendukung produksi pangan.

"Kita harus membangun kesadaran bersama bahwa pangan adalah kebutuhan utama. Kalau masih ada lahan tidur yang bisa dimanfaatkan menjadi lahan produktif, maka sebaiknya dijaga dan dikelola bersama," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Perilaku Manusia Harus Diubah Jika Ingin Bebas Sampah

13 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Perilaku Manusia Harus Diub...
Manusia Tak Beradab, Penyembelih Binatang Superlangka, Tapir, Harus Dihukum Berat

Manusia Tak Beradab, Penyembelih Binatang Superlangka, Tapir, Harus Dihukum Berat

03 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.