Temuan HIV di Riau Mencapai 11.523 Kasus Hingga Triwulan I 2026
📅 Jumat, 03 Jul 2026, 17:47 WIB | Oleh: Tim PenulisPekanbaru - Dinas Kesehatan Provinsi Riau mencatat jumlah kumulatif temuan "Human Immunodeficiency Viruses" (HIV) di daerah setempat mencapai 11.523 kasus sejak pertama kali ditemukan pada 1997 hingga triwulan I tahun 2026.
Kepala Dinkes Riau, Zulkifli, di Pekanbaru, Jumat, mengatakan, bahkan dalam tiga tahun terakhir rata-rata terdapat sekitar 1.000 kasus baru setiap tahunnya. Namun begitu menurut dia peningkatan angka temuan kasus juga karena akses pemeriksaan HIV kini semakin mudah dijangkau masyarakat.
"Kasus HIV di Riau memang menunjukkan tren meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Namun, peningkatan ini juga dipengaruhi oleh semakin luasnya layanan pemeriksaan atau skrining HIV di puskesmas dan rumah sakit, sehingga kasus yang sebelumnya tidak terdeteksi kini dapat ditemukan lebih cepat," katanya.
Menurut dia, deteksi dini menjadi salah satu kunci penting dalam pengendalian HIV. Semakin cepat seseorang mengetahui status kesehatannya, semakin cepat pula terapi dapat diberikan sehingga kualitas hidup tetap terjaga dan risiko penularan dapat ditekan.
Berdasarkan data Dinkes Riau, Kota Pekanbaru masih mencatat jumlah kasus terbanyak dengan 6.718 kasus atau sekitar 58,3 persen dari total kasus di Riau. Sementara itu, 11 kabupaten/kota lainnya masing-masing memiliki proporsi kasus di bawah 10 persen.
Sebaiknya Anda baca juga:
Zulkifli menjelaskan pihaknya terus memperluas akses layanan pemeriksaan HIV, meningkatkan edukasi kepada masyarakat, serta memperkuat pendampingan bagi pasien yang menjalani terapi.
Ia juga berharap masyarakat tidak ragu memanfaatkan layanan pemeriksaan HIV yang tersedia di pusat kesehatan masyarakat maupun rumah sakit, terutama bagi mereka yang memiliki faktor risiko.
"Yang terpenting adalah melakukan pemeriksaan sedini mungkin bila memiliki faktor risiko serta menjalani pengobatan secara teratur bagi yang telah terdiagnosis. Dengan begitu, kualitas hidup pasien tetap baik dan penularan dapat dicegah," ujarnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!