Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Aramco: Krisis Pasar Minyak Global Bisa Berlangsung hingga 2027

📅 Selasa, 12 Mei 2026, 10:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Aramco: Krisis Pasar Minyak Global Bisa Berlangsung hingga 2027 Doc: Fox Business/Anadolu
Ket. Pasokan minyak global telah menyusut karena dampak perang Iran terhadap rantai pasokan.

DOHA - Pasar minyak global tidak akan kembali normal hingga tahun depan kecuali lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz kembali beroperasi dalam waktu satu bulan, kata perusahaan energi terbesar di dunia milik pemerintah Arab Saudi, Aramco.

“Semakin lama gangguan pasokan berlanjut, bahkan hanya beberapa pekan tambahan, maka akan dibutuhkan waktu yang jauh lebih lama bagi pasar minyak untuk kembali seimbang dan stabil,” kata CEO Saudi Aramco, Amin Nasser dalam konferensi video yang membahas hasil kuartal pertama Saudi Aramco.

Ia menambahkan bahwa krisis ini dapat berlangsung hingga tahun 2027 jika kebuntuan yang selama ini terjadi di Selat Hormuz terus berlanjut hingga pertengahan Juni.

Pasar yang telah kehilangan satu miliar barel minyak akibat terganggunya produksi atau transportasi akan terus kehilangan sekitar 100 juta barel minyak setiap pekan selama selat itu tetap ditutup, ujarnya.

Nasser turut mengingatkan bahwa sebelumnya sekitar 70 kapal per hari melewati Selat Hormuz.

Serangan terhadap negara-negara penghasil minyak di Teluk Persia serta penutupan efektif selat tersebut oleh Iran—jalur yang dilalui seperlima pasokan minyak dan gas dunia—telah berdampak negatif terhadap aktivitas baik produksi maupun ekspor sektor migas.

Sebelum konflik pecah pada 28 Februari, sekitar 20 juta barel minyak per hari memasuki pasar melalui jalur perairan ini.

Adapun pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap target-target di Iran yang menyebabkan kerusakan dan korban sipil. Pada 7 April, Washington dan Teheran mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan.

Pembicaraan lanjutan di Islamabad berakhir tanpa hasil, dan Presiden AS Donald Trump memperpanjang penghentian permusuhan untuk memberi waktu kepada Iran mengajukan “proposal terpadu”.

Eskalasi konflik tersebut hampir menghentikan lalu lintas di Selat Hormuz, jalur penting pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global, sehingga mendorong kenaikan harga bahan bakar.

Kemudian pada 3 Mei, Trump mengumumkan Project Freedom untuk membantu kapal-kapal yang terjebak di Selat Hormuz dan ingin keluar dari wilayah tersebut.

Namun pada 5 Mei, Trump mengatakan ia memutuskan untuk menghentikan operasi itu sementara waktu guna melihat apakah kesepakatan damai dengan Iran dapat tercapai.

Selanjutnya pada 11 Mei, Trump menyebut respons Teheran terhadap proposal perdamaian AS sebagai sesuatu yang sama sekali tidak dapat diterima.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Olahraga
3x3 World Tour Marseille 20...
Desa Sejahtera Astra Kemiren Binaan PT Astra International Tbk  Menjaga Budaya Osing Untuk Menggerakkan Kesejahteraan Desa

Desa Sejahtera Astra Kemiren Binaan PT Astra International Tbk Menjaga Budaya Osing Untuk Menggerakkan Kesejahteraan Desa

02 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.