Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

IHSG Hari Ini Melemah, Pasar 'Wait and See' Sentimen Positif Global-Domestik

📅 Selasa, 30 Jun 2026, 09:57 WIB | Oleh: Tim Penulis
IHSG Hari Ini Melemah, Pasar 'Wait and See' Sentimen Positif Global-Domestik Doc: ANTARA

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (30/6) pagi bergerak melemah seiring pelaku pasar masih bersikap wait and see terhadap adanya sentimen positif dari tingkat global dan domestik. 

IHSG dibuka melemah 19,34 poin atau 0,33 persen ke posisi 5.801,45. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 4,02 poin atau 0,70 persen ke posisi 568,99.

“Apabila rebound terjadi, IHSG berpotensi menguji resistance 5.996-6.013, dan jika mampu menembus area tersebut, penguatan berpotensi berlanjut menuju 6.097 hingga 6.221-6.287. Namun, apabila support 5.722 gagal dipertahankan, risiko koreksi yang lebih dalam menuju 5.677 hingga 5.594 masih terbuka,” ujar Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata dalam kajiannya di Jakarta, Selasa.

Dari mancanegara, sentimen pasar cenderung positif dengan fokus investor kembali pada sektor teknologi setelah koreksi tajam pekan lalu. Namun, pelaku pasar masih berhati-hati menjelang rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) pada Kamis (01/07), yang akan menjadi petunjuk arah kebijakan suku bunga The Fed.

Di sisi lain, data Deutsche Bank menunjukkan ETF dan reksa dana berbasis teknologi mengalami outflow sebesar 9,3 miliar dolar AS pada pekan lalu, yang mencerminkan sebagian investor masih melakukan diversifikasi ke sektor lain.

Selama pekan ini, pelaku pasar masih menantikan data Job Openings and Labor Turnover Survey (JOLTs) AS, pidato Gubernur The Fed Kevin Warsh, data Non-Farm Payrolls (NFP) AS dan tingkat pengangguran AS.

Sementara itu, ketegangan geopolitik kembali menjadi perhatian setelah Amerika Serikat (AS) dengan Iran saling melancarkan serangan selama akhir pekan. Iran dilaporkan menyerang sejumlah kapal yang melintas di Selat Hormuz, sementara AS membalas dengan menyerang fasilitas militer Iran.

Meski demikian, kekhawatiran pasar sedikit mereda setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Iran mengajukan pertemuan diplomatik di Doha, Qatar, meskipun pemerintah Iran membantah adanya agenda negosiasi tersebut.

“Kondisi ini membuat premi risiko geopolitik kembali meningkat namun belum memicu kepanikan di pasar keuangan global,” ujar Liza.

Dari dalam negeri, pelaku pasar menantikan data PMI Manufaktur Indonesia, data inflasi Juni, serta data neraca perdagangan, yang akan menjadi indikator kekuatan aktivitas  ekonomi dan arah kebijakan moneter Bank Indonesia (BI). 

Di sisi lain, pemerintah terus memperkuat fundamental ekonomi melalui kombinasi kebijakan fiskal, moneter, dan likuiditas perbankan.

Kementerian Keuangan memutuskan mengembalikan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp110 triliun yang sebelumnya sempat ditarik dari Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), sehingga total penempatan dana pemerintah di perbankan tetap Rp281 triliun dan diperpanjang hingga akhir Desember 2026.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan tambahan Rp100 triliun sebagai dana siaga (standby facility) untuk menjaga likuiditas perbankan di tengah tingginya permintaan kredit yang hingga Mei 2026 masih tumbuh 11,5% (YoY).

Dari sisi moneter, kebijakan Bank Indonesia (BI) menaikkan BI Rate sebesar 100 bps sepanjang 2026 mulai menunjukkan hasil positif. Hingga 26 Juni 2026, aliran dana asing ke instrumen Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) telah mencapai sekitar 9 miliar dolar AS, mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap aset keuangan Indonesia. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...

Jeda Internasional Dimanfaatkan PSIM untuk Berbenah Diri

21 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Jeda Internasional Dimanfaa...

Formula 1 Pangkas Jarak Balapan Mulai 2027

26 menit yang lalu | Benny Mudesta Putra

Olahraga
Formula 1 Pangkas Jarak Bal...

Antikorupsi Diedukasikan kepada para Aparatur Desa Bogor

31 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Antikorupsi Diedukasikan ke...

Mbappe Terus Tunjukkan Keyakinan Raih Ballon d'Or 2026

46 menit yang lalu | Benny Mudesta Putra

Olahraga
Mbappe Terus Tunjukkan Keya...
Advertisement
Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

22 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.