Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tradisi Buka Luwur Sunan Kudus 2026 Digelar, 34 Ribu Bungkus Nasi Dibagikan.

📅 Kamis, 25 Jun 2026, 13:05 WIB | Oleh:
Tradisi Buka Luwur Sunan Kudus 2026 Digelar, 34 Ribu Bungkus Nasi Dibagikan. Doc: Antara Foto
Ket. Seorang anak ikut antre mendapatkan nasi buka luwur bersama orang tuanya pada puncak rangkaian acara Buka Luwur Sunan Kudus tahun 2026, di kompleks Menara dan Makam Sunan Kudus, Jawa Tengah, Kamis (25/6).

 Tradisi pembagian nasi Buka Luwur di kompleks Menara dan Makam Sunan Kudus, Jawa Tengah, kembali digelar sebagai puncak rangkaian acara Buka Luwur Sunan Kudus tahun 2026, sedangkan nasi luwur yang disediakan untuk masyarakat berjumlah 34.000 bungkus.

"Jumlah nasi Buka luwur yang disediakan setiap tahunnya ada perbedaan, karena disesuaikan dengan jumlah hewan ternak yang disembelih dan beras bantuan dari masyarakat luas. Sedangkan tahun ini sebanyak 34.000 bungkus lebih," kata Juru Bicara Panitia Buka Luwur Sunan Kudus Denny Nur Hakim di Kudus, Kamis.

Ia menjelaskan seluruh rangkaian kegiatan Buka Luwur merupakan bentuk keteladanan masyarakat Kudus terhadap ajaran Sunan Kudus yang dikenal berjasa menyebarkan agama Islam serta mendirikan Kota Kudus.

Tradisi tersebut juga menjadi wujud kebersamaan dan gotong-royong masyarakat karena seluruh pendanaan berasal dari sedekah warga, yang tidak hanya berupa uang, juga ada yang berupa barang seperti beras, kain, serta hewan seperti kerbau dan kambing.

Tahun ini panitia menerima sedekah sebanyak 22 kerbau dan 92 kambing.

Hewan-hewan tersebut kemudian disembelih dan diolah menjadi dua menu khas yang diyakini sebagai makanan kesukaan Sunan Kudus, yakni uyah asem dan masakan jangkrik. Uyah asem merupakan olahan daging tanpa kuah, sedangkan masakan jangkrik disajikan berkuah.

"Pada tanggal 9 Muharam 1448 Hijriah, hewan sedekah tersebut diolah menjadi dua menu masakan yaitu uyah asem dan masakan jangkrik. Keduanya merupakan menu yang identik dengan tradisi Buka Luwur Sunan Kudus," ujarnya.

Denny mengungkapkan lebih dari 34.000 bungkus nasi yang dibagikan kepada masyarakat berisi menu uyah asem. Pemilihan menu tersebut dilakukan agar nasi dapat bertahan lebih lama saat didistribusikan ke berbagai wilayah.

"Kalau yang dibagikan kepada masyarakat menu masakan jangkrik yang berkuah, tentu nasi akan lebih cepat basi. Karena itu yang dibagikan berupa nasi dengan lauk uyah asem," ujarnya.

Distribusi nasi Buka Luwur telah dilakukan sejak dini hari sebelum subuh ke berbagai wilayah di Kabupaten Kudus. Ribuan warga setiap tahun menantikan pembagian nasi Buka Luwur karena diyakini membawa berkah, sekaligus menjadi bagian dari tradisi keagamaan dan budaya yang telah berlangsung turun-temurun.

Tradisi Buka Luwur diselenggarakan setiap 10 Muharam yang tahun ini jatuh pada hari Kamis (25/7), merupakan ritual keagamaan untuk menandai penggantian kelambu di Makam Sunan Kudus.

Karsani, salah seorang warga asal Desa Sidorekso, Kecamatan Kaliwungu, Kudus yang ikut antre mendapatkan nasi Buka Luwur mengakui antre sejak habis Shalat Subuh bersama istri dan kedua anaknya.

Setelah mendapatkan nasi Buka Luwur atau nasi uyah asem, Karsani langsung mengonsumsinya, seperti halnya warga lain juga banyak yang langsung mengonsumsinya sekaligus untuk sarapan pagi.

Ia mengakui setiap tahun ikut antre mendapatkan nasi Buka Luwur, dengan harapan mendapatkan berkah karena sebelumnya juga didoakan para kiai di kompleks Menara Kudus.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Pemkot Bogor Segera Tata Kawasan Alun-alun Empang

17 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Pemkot Bogor Segera Tata Ka...
Sebanyak 34.000 Bungkus Nasi Dibagikan dalam Tradisi Buka Luwur Sunan Kudus

Sebanyak 34.000 Bungkus Nasi Dibagikan dalam Tradisi Buka Luwur Sunan Kudus

25 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.