Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Juru Masak Bersertifikat BNSP Jadi Kunci Tingkatkan Mutu MBG

📅 Minggu, 03 Mei 2026, 12:19 WIB | Oleh: Tim Penulis
Juru Masak Bersertifikat BNSP Jadi Kunci Tingkatkan Mutu MBG Doc: ANTARA
Ket. Relawan SPPG Jogjogan Silma 2, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, sedang melakukan pemorsian Makan Bergizi Gratis (MBG).

JAKARTA – Keberadaan juru masak atau chef dengan sertifikat dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jogjogan Silma 2, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menjadi faktor kunci dalam peningkatan kapasitas dan mutu layanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala SPPG Jogjogan Silma 2 Didin menyampaikan bahwa chef bersertifikat menjadi dasar dalam penentuan kapasitas layanan sejak awal operasional.

"Saya memastikan chef yang bertugas sudah bersertifikat BNSP. Dari arahan yang kami terima, jika chef sudah bersertifikat, jumlah penerima manfaat bisa lebih dari 1.000. Oleh karena itu sejak awal kami langsung melayani 1.670 penerima," ucapnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Minggu (03/5).

Sejak mulai beroperasi pada 24 November 2025 dapur MBG tersebut langsung melayani 1.670 penerima manfaat dan kini meningkat menjadi 2.916 penerima karena didukung oleh kesiapan seluruh sumber daya manusia, khususnya tenaga chef profesional yang telah memenuhi standar kompetensi.

Menurut Didin, keberadaan chef bersertifikat tidak hanya berdampak pada peningkatan kapasitas produksi, tetapi juga menjamin konsistensi mutu makanan, mulai dari proses pengolahan hingga penyajian.

"Chef bersertifikat sangat membantu dalam menjaga standar dapur, bukan hanya memasak, melainkan memastikan seluruh proses sesuai standar, dari kebersihan hingga penyajian," ucap Didin.

Selain itu standar kerja yang diterapkan juga mempermudah proses adaptasi relawan yang terlibat dalam operasional dapur. Dengan sistem kerja yang terstruktur, relawan dapat bekerja lebih efektif dalam memenuhi target produksi dan distribusi makanan setiap hari.

Hal ini menjadi penting mengingat dapur MBG dituntut tidak hanya menjaga aspek higienitas, tetapi juga ketepatan waktu distribusi kepada penerima manfaat di sekolah.

Didin menegaskan kualitas layanan tetap menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan Program MBG, sehingga aspek kompetensi sumber daya manusia terus dijaga.

"Yang terpenting kualitas tetap terjaga. Dengan chef yang sudah bersertifikat, kami lebih yakin dalam menjalankan proses produksi setiap hari," paparnya.

Ke depan ia berharap standar penggunaan tenaga profesional bersertifikat dapat diterapkan secara merata di berbagai SPPG guna menjaga konsistensi kualitas layanan MBG di seluruh wilayah.

"Harapannya, standar ini bisa terus dijaga, supaya kualitas MBG di seluruh Indonesia terus meningkat dan manfaatnya dirasakan masyarakat," ucap Didin.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kemenperin akan Gunakan Nilai Tambah untuk Ukur Kinerja Manufaktur
    Keberhasilan Indonesia menempati peringkat ke-12 dunia sekaligus memimpin ...
  • Kemenperin akan Arahkan Industri 2027 pada Hilirisasi dan Industri Hijau
    Prestasi Indonesia yang berhasil naik ke peringkat 12 ...
  • Pria tanpa identitas Tewas Tersengat Listrik saat Curi Kabel LRT
    Wajar sih kalau mati, justru aneh klo tidak ...
  • Meski Melambat, Industri Tetap Ekspansi! Kemenperin: Ini 2 Sektor Paling Moncer
    Meskipun data Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Agustus 2026 ...
  • Kawasan Industri Tak Lagi Kompetitif, Investor Mulai Melirik Vietnam
    Meskipun banyak pabrik di Indonesia kini mulai beralih ...
Rona
Yura Yunita Rilis Lagu Terb...
Advertisement
Ratusan Petani Tebu Gelar Aksi Dekat Istana Negara, Tuntut Kenaikan HPP dan Hapus HET Gula

Ratusan Petani Tebu Gelar Aksi Dekat Istana Negara, Tuntut Kenaikan HPP dan Hapus HET Gula

02 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.