Panglima Kopassus Djon Afriandi Resmi Sandang Gelar Adat 'Panglima Raja' Bengkulu
📅 Kamis, 25 Jun 2026, 19:49 WIB | Oleh: OpikBENGKULU - Badan Musyawarah Adat (BMA) Provinsi Bengkulu menganugerahkan gelar adat tertinggi yaitu Panglima Raja kepada Panglima Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Letjen TNI Djon Afriandi.
"Pemberian gelar ini telah melalui penilaian dari Badan Musyawarah Adat. Beliau memiliki garis keturunan Bengkulu yang kuat dari pihak ayah maupun keluarga besarnya, sehingga layak menerima penghormatan adat ini," kata Ketua BMA Provinsi Bengkulu Effendi di Bengkulu, Rabu.
Effendi mengatakan pemberian gelar adat tersebut didasarkan pada hasil penilaian dan pertimbangan lembaga adat terhadap latar belakang serta pengabdian Djon Afriandi.
Menurut dia, Djon merupakan putra Mayor Jenderal (Purn) TNI Affifudin Thaib yang berasal dari Suku Lembak, Bengkulu, sedangkan ibunya berasal dari Kelurahan Pasar Melintang, Kota Bengkulu.
Selain memiliki garis keturunan Bengkulu yang kuat, Djon juga dinilai telah mengharumkan nama daerah melalui pengabdian di lingkungan TNI hingga dipercaya memimpin Kopassus.
Sebaiknya Anda baca juga:
Prosesi penyematan gelar adat Panglima Raja dilakukan langsung oleh Ketua BMA Provinsi Bengkulu didampingi Gubernur Bengkulu Helmi Hasan.
Usai menerima gelar tersebut, Djon menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada masyarakat adat Bengkulu atas kepercayaan yang diberikan kepadanya.
"Gelar ini bukan sekadar mahkota kehormatan, tetapi juga amanah dan tanggung jawab untuk menjaga muruah adat serta memperkuat tali persaudaraan. Sebagai putra Bengkulu, saya akan menjunjung tinggi nilai-nilai adat, menjaga nama baik gelar ini dalam kehidupan sehari-hari, serta terus memperkuat persatuan," kata Djon.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, Gubernur Bengkulu Helmi Hasan mengapresiasi pemberian gelar adat tersebut dan menilai Djon merupakan putra daerah yang telah memberikan pengabdian terbaik bagi bangsa dan negara.
“Kontribusi Panglima Kopassus sangat luar biasa. Beliau adalah putra Bengkulu yang telah memberikan pengabdian terbaik bagi bangsa dan negara dalam menjaga keamanan NKRI,” ujar Helmi.
Penganugerahan juga dimasukkan dalam rangkaian kegiatan Semarak Muharram 1448 Hijriah. Kegiatan tersebut juga diisi dengan penyerahan santunan kepada 200 anak yatim. Ant
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!