Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Jakarta Tak Boleh Kehilangan Sisi Kemanusiaan

📅 Selasa, 23 Jun 2026, 04:20 WIB | Oleh:
Jakarta Tak Boleh Kehilangan Sisi Kemanusiaan Doc: ANTARA/Lia Wanadriani Santosa.
Ket. Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno dalam Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta memperingati Hari Slang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (22/6).

JAKARTA – Dalam membangun Jakarta menuju kota dunia atau global ada satu prasyarat yang tak boleh hilang. “Jakarta tak boleh kehilangan sisi kemanusiaannya,” tandas Wagub Jakarta, Rano Karno, Senin (22/6).

Rano menandaskan, Pemerintah Provinsi Jakarta ingin menghadirkan Jakarta yang berdaya saing tanpa kehilangan rasa kemanusiaan. Jakarta inklusif tanpa membedakan latar belakang, serta terus bergerak maju tanpa meninggalkan satu pun warganya di belakang.

“Sebab, ukuran kemajuan sebuah kota, bukan hanya terletak pada gemerlap lampu dan megahnya bangunan,” katanya. Dia menegaskan ini dalam Rapat Paripurna peringatan HUT ke-499 Kota Jakarta, , Senin.

Rano menyatakan, kemajuan sebuah kota juga terletak pada sejauh mana setiap anak dapat bermimpi, setiap keluarga dapat hidup layak, setiap lansia merasa dihormati, dan setiap warga merasa memiliki tempat di rumah besar bernama Jakarta. Karena itu, Jakarta yang diinginkan terbuka bagi dunia, tetapi tetap setia pada budayanya. Jakarta harus kuat secara ekonomi, tetapi tetap hangat dalam kemanusiaan. Jakarta maju dalam teknologi, tetapi tidak kehilangan gotong royong sebagai jiwanya.

“Inilah Jakarta yang ingin kita wujudkan dan wariskan ketika memasuki usia lima abad,” tandasnya.

Dengan semangat menyongsong lima abad Jakarta, Rano mengajak seluruh pihak berkolaborasi, menghidupkan gotong royong, menyatukan langkah, dan menjaga Jakarta. Harapannya, agar kelak dapat menyerahkan Jakarta yang lebih baik kepada generasi berikutnya.

“Jakarta maju, berbudaya, berkeadilan, sejahtera, dan memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh warganya,” yngkap Rano. Lebih jauh Rano menambahkan, momentum menuju lima abad Jakarta harus menjadi titik tolak bagi semua pihak untuk menyiapkan masa depan kota dengan lebih sungguh-sungguh.

“Bukan hanya masa depan yang lebih maju, lebih berdaya saing, tapi lebih berkelanjutan. Juga masa depan yang lebih manusiawi. Masa depan yang menghadirkan rasa aman, kesempatan, keadilan, dan harapan bagi seluruh warga,” ucapnya.

Tak Hanya Ekonomi

Selain itu, Wakil Gubernur Jakarta juga menekankan, dalam menjalankan peran barunya sebagai kota global, Jakarta tidak hanya memperkuat aspek ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga membangun daya tarik, identitas, keamanan, dan jejaring internasional. “Oleh karenanya, Pemerintah Provinsi Jakarta terus mengembangkan pariwisata, budaya, ekonomi kreatif, serta kawasan-kawasan bersejarah sebagai ruang interaksi baru bagi warga, sekaligus daya tarik bagi wisatawan,” jelasnya.

Dia menyebutkan upaya tersebut dilakukan melalui pengembangan kawasan Kota Tua, revitalisasi Setu Babakan sebagai Pusat Budaya Betawi, dan penguatan Pasar Baru sebagai kawasan perdagangan bersejarah. Kemudian, penataan kawasan strategis lainnya, antara lain PIK serta Pulo Gadung sebagai simpul baru aktivitas ekonomi dan ruang publik.

Selain itu, kata dia, berbagai kegiatan olahraga, budaya, keagamaan, dan kegiatan berskala internasional juga terus dihadirkan untuk memperkuat posisi Jakarta sebagai kota yang hidup, terbuka. Kemudian, seiring dengan upaya penguatan Jakarta sebagai kota global berbudaya, Pemerintah Provinsi Jakarta mendorong penguatan kelembagaan adat Betawi.

“Langkah ini penting agar masyarakat Betawi semakin berperan sebagai mitra strategis pemerintah dalam menjaga identitas kota, merawat persatuan, memperkuat nilai-nilai kebudayaan, serta mendukung pembangunan Jakarta ke depan,” ujar Rano. Dia menuturkan daya tarik Kota Jakarta juga harus didukung oleh rasa aman dan tata kelola yang modern.

Maka, Jakarta memperkuat pemanfaatan teknologi melalui integrasi kamera pengawas (CCTV) ke dalam satu sistem pemantauan kota secara real-time yang terhubung dengan aparat keamanan. Langkah tersebut, menurut Rano, merupakan bagian dari upaya menghadirkan tata kelola kota yang lebih adaptif, terukur, responsif, dan berbasis data.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Mentan: Pemerintah Prioritaskan Produksi Susu Lokal

46 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
Mentan: Pemerintah Priorita...
Nasional
PT KAI dan PT INKA Integras...
Nanik S Deyang Mundur, Wamentan Sudaryono Siap Emban Amanah sebagai Kepala BGN

Nanik S Deyang Mundur, Wamentan Sudaryono Siap Emban Amanah sebagai Kepala BGN

22 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.