Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menkes Minta Program MBG Diprioritaskan untuk Ibu Hamil, Menyusui, dan Balita

📅 Senin, 22 Jun 2026, 17:30 WIB | Oleh:
Menkes Minta Program MBG Diprioritaskan untuk Ibu Hamil, Menyusui, dan Balita Doc: RRI/Aditya Prabowo
Ket. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin

JAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin, meminta Program Makan Bergizi Gratis (MBG) diprioritaskan bagi ibu hamil dan menyusui. Menurut Menkes, balita juga harus menjadi sasaran utama karena masa pertumbuhan menentukan kualitas kesehatan anak ke depan.

Menkes menegaskan, pemenuhan gizi ibu hamil, menyusui, dan balita penting untuk menekan angka kematian ibu serta anak. Selain itu, langkah tersebut dinilai efektif mencegah berbagai masalah kesehatan sejak dini dan meningkatkan kualitas generasi.

“Jadi nomor satu adalah ibu hamil dan ibu hamil itu tolong dibantu supaya gizinya bagus. Selain anak-anak, ibu hamil adalah target yang harus kita kejar untuk dipenuhi gizinya,” kata Budi Gunadi Sadikin saat diwawancarai awak media di kantor Kemenkes Jakarta, Senin (22/6).

Menkes menjelaskan, banyak persoalan kesehatan yang muncul akibat kurangnya asupan gizi pada masa kehamilan dan awal kehidupan anak. Kondisi tersebut dapat berdampak pada tumbuh kembang anak hingga meningkatkan risiko penyakit di kemudian hari.

Budi menilai, keberhasilan Program MBG akan memberikan dampak besar terhadap upaya pengurangan beban kesehatan nasional. Karena itu, ia meminta perhatian tidak hanya diberikan kepada anak usia sekolah, tetapi juga pada periode awal kehidupan.

“Yang kedua, ibu menyusui, begitu sudah melahirkan, ibu menyusui itu perlu gizinya. Jadi ibu hamil, ibu menyusui, dan yang ketiga itu balita,” ujar dia.

Ia menegaskan, masa balita merupakan periode emas atau golden period yang menentukan kualitas kesehatan seseorang pada masa depan. Karena itu, kebutuhan gizi anak sebelum memasuki usia sekolah harus dipenuhi secara optimal.

“Masa balita merupakan golden period yang menentukan kualitas kesehatan seseorang pada masa depan. Karena itu, kebutuhan gizi anak sebelum memasuki usia sekolah harus dipenuhi secara optimal,” kata Menkes Budi. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Megapolitan
BPBD DKI Jakarta Lakukan Op...
Advertisement
Kemdiktisaintek Mulai Hitung Biaya Pendidikan Gratis hingga PTN

Kemdiktisaintek Mulai Hitung Biaya Pendidikan Gratis hingga PTN

23 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.