Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemarau Picu Karhutla dan Kekurangan Air Bersih di Klaten

📅 Senin, 22 Jun 2026, 15:45 WIB | Oleh:
Kemarau Picu Karhutla dan Kekurangan Air Bersih di Klaten Doc: ANTARA/Aris Wasita
Ket. Salah satu warga sedang mengisi jerigen di Embung Tirta Mulya Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Rabu (11/10).

JAKARTA -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan wilayah Kabupaten Klaten, Jawa Tengah mulai menghadapi dampak ganda akibat musim kemarau berupa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekurangan pasokan air bersih.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta, Senin, mengatakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat telah mengerahkan tim gabungan untuk menangani kedua kondisi kedaruratan tersebut pada akhir pekan lalu.

"Untuk peristiwa pertama, kebakaran melanda lahan seluas tiga hektare di Desa Kaligawe, Kecamatan Pedan pada Sabtu (20/6) sore sekitar pukul 15.45 WIB, yang beruntung berhasil dipadamkan oleh tim gabungan," kata dia.

Abdul menjelaskan berdasarkan hasil kaji cepat di lapangan, pemicu kebakaran lahan tersebut diduga berasal dari aktivitas pembakaran sampah yang kemudian apinya menjalar ke area rumput kering diperkuat oleh embusan angin kencang.

Menyusul insiden tersebut, BPBD Kabupaten Klaten mengeluarkan imbauan tegas kepada masyarakat agar menghentikan kebiasaan membakar sampah secara terbuka di area yang berdekatan dengan rerumputan atau dahan kering selama cuaca terik.

Pada hari yang sama, jajaran BPBD Klaten juga melakukan intervensi penanganan kekeringan dengan mendistribusikan pasokan air bersih sebanyak 60.000 liter atau setara 12 truk tangki kepada warga di Kecamatan Kemalang.

Langkah darurat tersebut diambil sebagai respons atas kesulitan warga dalam menjangkau air domestik, pascamenurunnya debit secara drastis pada sejumlah sumber air bersih yang biasa dimanfaatkan masyarakat sehari-hari.

BNPB, menurut Abdul terus mengimbau seluruh pemerintah daerah di Jawa Tengah untuk meningkatkan kesiapsiagaan memasuki puncak kemarau yang diperkirakan berlangsung Agustus-September, baik melalui manajemen cadangan air bersih maupun penegakan pengawasan titik rawan api.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

51 menit yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

54 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.